UIN Malang Kukuhkan 11 Guru Besar Baru, Siap Dongkrak Reputasi Kampus di Level Internasional

20 Januari 2026 13:25 20 Jan 2026 13:25

Thumbnail UIN Malang Kukuhkan 11 Guru Besar Baru, Siap Dongkrak Reputasi Kampus di Level Internasional

UIN Malang mengukuhkan 11 Guru Besar baru, ditargetkan mencapai reputasi internasional. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengukuhkan 11 Guru Besar dari berbagai bidang keilmuan. Penambahan jumlah Guru Besar ini diharapkan mampu mendorong peningkatan prestasi nasional sekaligus memperkuat reputasi internasional kampus.

Rektor UIN Malang, Prof Ilfi Nur Diana, menjelaskan bahwa predikat Guru Besar mengemban tanggung jawab besar, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat dan publikasi ilmiah yang terindeks Scopus. 

"Penambahan jumlah Guru Besar menjadi ruh bagi UIN Malang untuk terus mencapai prestasi. Guru Besar harus punya publikasi terindeks Scopus, buku, dan karya yang dimanfaatkan oleh masyarakat atau dunia industri. Nah, itu kita dorong," ujarnya, Selasa, 20 Januari 2026.

Prof Ilfi mendorong para Guru Besar untuk memperbanyak riset kolaboratif dengan perguruan tinggi, khususnya di Jawa Timur. Pihak kampus juga akan memberikan dukungan fasilitas berupa tambahan anggaran. 

"Terkait dengan riset dan PKM, itu juga akan kita berikan tambahan anggaran karena Guru Besar juga bertambah. Dari adanya Guru Besar dengan risetnya itu akan berdampak kepada prestasi atau pemeringkatan dari kampus kita di dunia internasional maupun nasional," tegasnya. 

Sementara itu, Ketua Senat UIN Malang, Prof Nur Ali, menjelaskan alokasi 11 Guru Besar yang telah dikukuhkan. Di antaranya 6 orang dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 2 orang Fakultas Psikologi, 1 orang Fakultas Syari'ah, 1 orang Fakultas Humaniora, dan 1 orang Fakultas Ekonomi. 

Pengukuhan hari ini menambah jumlah Guru Besar aktif di UIN Malang. Saat ini, Guru Besar tersebut tersebar di berbagai fakultas, yakni 30 orang di Fakultas Tarbiyah, 14 orang di Fakultas Syari’ah, 12 orang di Fakultas Saintek, 7 orang di Fakultas Ekonomi, 7 orang di Fakultas Psikologi, 6 orang di Fakultas Humaniora, serta 2 orang di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.

"Pencapaian Guru Besar ini sangat bermakna karena bagi seorang dosen, merupakan puncak pengakuan keilmuan dan awal tanggung jawab yang lebih besar. Tidak hanya dituntut produktif tapi juga bijaksana. Tidak hanya cerdas tapi juga menjadi suri tauladan," ujar Prof Ali. 

Sedangkan bagi kampus, Guru Besar menjadi penjamin mutu akademik dan keilmuan. Guru Besar juga sebagai penguat reputasi internasional dan pengembangan program studi. 

"Apalagi UIN Malang adalah kampus unggul bereputasi internasional. Capaian Guru Besar bukan hanya capaian individu, di belakangnya ada keluarga yang senantiasa menyertai dan mendukung," pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pengukuhan Guru Besar Guru Besar UIN Malang UIN Maulana Malik Ibrahim Reputasi Internasional