Anggota DPR Aceh Martini Lontarkan Kritik Keras Pengelolaan APBA

12 Maret 2026 17:38 12 Mar 2026 17:38

Thumbnail Anggota DPR Aceh Martini Lontarkan Kritik Keras Pengelolaan APBA

Martini, Anggota DPR Aceh (Foto: Helman/Ketik.com)

KETIK, BANDA ACEH – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Fraksi Partai NasDem, Martini, melontarkan kritik keras terhadap pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) serta kinerja lembaga DPRA yang dinilai belum sepenuhnya menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat.

Hal itu disampaikan Martini dalam Rapat Paripurna DPRA, di Gedung Utama DPRA, Banda Aceh, Rabu 11 Maret 2026.

Ia mengingatkan agar lembaga legislatif tersebut tidak disalahgunakan untuk melindungi kepentingan pihak-pihak tertentu.

“DPR ini lembaga yang bermarwah. DPR ini yang mengawasi seluruh anggaran, seluruh uang rakyat, karena DPR ini adalah perwakilan rakyat. Bukan justru DPR ini lembaga yang melindungi mafia dan bandit-bandit,” tegas Martini.

Menurutnya, DPRA merupakan lembaga terhormat yang diisi oleh wakil rakyat hasil pilihan masyarakat Aceh.

Karena itu, setiap kebijakan dan penggunaan anggaran harus benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.

“Lembaga DPRA ini adalah lembaga yang terhormat. Harapan saya jangan ada isu-isu negatif tentang lembaga ini. Karena di dalam lembaga ini adalah anggota DPR terpilih yang dipilih oleh masyarakat lima juta lebih, perwakilan yang mereka hantarkan ke sini. Sehingga satu rupiah pun itu harus memihak kepada rakyat,” jelasnya.

Martini juga menyoroti minimnya respons lembaga legislatif terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Aceh.

Ia mengaku kecewa karena belum melihat langkah nyata dari lembaga tersebut untuk membantu para korban.

Ia turut menggambarkan kondisi masyarakat yang saat ini masih bertahan di pengungsian dengan berbagai keterbatasan, sementara para wakil rakyat bekerja di ruang yang nyaman.

Bagaimana tentang kebutuhan sehari-hari masyarakat kita? Hari ini kita duduk di ruang ber-AC pimpinan. Bagaimana masyarakat kita hari ini di bawah tenda, mereka makan seadanya. Bahkan uang jajan anak aja mereka enggak ada,” ungkapnya.

Ia mengingatkan bahwa setiap anggota dewan telah mengucapkan sumpah jabatan untuk mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.

Karena itu, ia berharap lembaga DPRA tidak dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu.(*)

Tombol Google News

Tags:

DPRA Kritik APBA 2026