KETIK, ACEH BARAT DAYA – Mancang FC keluar sebagai juara Turnamen Sepak Bola Keuchik Cup Pante Rakyat setelah menaklukkan Pasar FC melalui drama adu penalti dengan skor 5–4 pada partai final yang berlangsung di Lapangan Merdeka, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Sabtu, 10 Januari 2026.
Laga puncak berlangsung ketat dan penuh tensi sejak peluit awal dibunyikan. Mancang FC tampil menekan dan berhasil membuka keunggulan lebih dulu lewat gol yang dilakukan striker Baron pada babak pertama.
Namun, Pasar FC menunjukkan mental juara dengan merespons cepat. Striker andalan Edi Marta menyamakan kedudukan sebelum Ulil membalikkan keadaan, membuat Pasar FC unggul 2–1 hingga jeda turun minum.
Memasuki babak kedua, Mancang FC tampil lebih agresif dan disiplin dalam membangun serangan. Tekanan yang terus dilancarkan akhirnya berbuah hasil setelah Nazar mencetak gol penyeimbang. Skor 2–2 bertahan hingga waktu normal berakhir, memaksa laga ditentukan melalui adu penalti.
Pada babak penentuan tersebut, Mancang FC tampil lebih tenang dan efektif. Eksekusi penalti yang presisi, ditambah penampilan gemilang penjaga gawang Mahdi, memastikan kemenangan 5–4 sekaligus mengantarkan Mancang FC mengunci gelar juara Keuchik Cup Pante Rakyat 2025.
Mancang FC juara Turnamen Keuchik Cup Pante Rakyat di Lapangan Merdeka, Babahrot, Sabtu, 10 Januari 2025. (Foto: T. Rahmat/Ketik)
Kepala Desa Pante Rakyat, Abu Bakar Idris, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas suksesnya pelaksanaan turnamen yang berlangsung meriah, tertib, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas.
Ia menilai turnamen tersebut tidak hanya untuk kompetisi juara, akan tetapi juga menjadi wadah silaturahmi antarwarga, sarana mempererat kebersamaan, serta media pembinaan generasi muda di bidang olahraga, khususnya sepak bola.
"Kami sangat bangga karena seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat,” ujarnya.
Abu Bakar Idris juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tujuannya sebagai bagian dari upaya membangun semangat sportivitas dan persaudaraan di masyarakat.
Sementara itu, Kapolsek Babahrot, Iptu Agusdi, memastikan jalannya laga final hingga penutupan turnamen berlangsung aman, tertib, dan kondusif berkat kerja sama semua pihak.
Kapolsek Babahrot, Iptu Agusdi menyerahkan trofi dan dana pembinaan kepada Kapten Mancang FC, Baron dalm Turnamen Keuchik Cup Pante Rakyat di Lapangan Merdeka, Babahrot, Sabtu, 10 Januari 2026. (Foto: T. Rahmat/Ketik)
Menurutnya, situasi keamanan yang terjaga dengan baik merupakan hasil dari sinergi antara aparat keamanan, panitia pelaksana, para pemain, serta suporter yang hadir.
"Kami mengapresiasi peran seluruh pihak, mulai dari panitia, pemain, hingga suporter yang mampu menjaga ketertiban dan menjunjung tinggi sportivitas sepanjang turnamen,” kata Iptu Agusdi didampingi Bati Tuud Koramil Babahrot, Serma Hanif.
Ia juga mengimbau agar semangat kebersamaan dan kedewasaan dalam mendukung kegiatan olahraga terus dipertahankan pada event-event berikutnya.
Sepanjang turnamen, Mancang FC tampil solid dengan kekuatan penuh di bawah komando Kapten Baron, didukung striker Riyan AW, serta lini pertahanan yang disiplin. Di bawah manajerial Muzakir, tim ini menunjukkan konsistensi dan determinasi tinggi hingga mampu mengakhiri turnamen di podium tertinggi.
Selain meraih trofi juara pertama dan piala bergilir, Mancang FC serta Pasar FC juga menerima medali penghargaan dari panitia pelaksana. Turnamen Keuchik Cup Pante Rakyat 2025 pun resmi ditutup dengan atmosfer meriah, meninggalkan kesan mendalam bagi pecinta sepak bola di Babahrot dan sekitarnya. (*)
