Satu Tahun “Arah Baru Abdya Maju”, Safaruddin-Akli Perkuat Fondasi Reformasi

26 Februari 2026 21:51 26 Feb 2026 21:51

Thumbnail Satu Tahun “Arah Baru Abdya Maju”, Safaruddin-Akli Perkuat Fondasi Reformasi

Bupati Abdya, Safaruddin dan Wabup Zaman Akli bersama masyarakat Abdya di Blangpidie. (Foto: MM for Ketik)

KETIK, ACEH BARAT DAYA – Genap satu tahun implementasi visi “Arah Baru Abdya Maju”, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Provinsi Aceh mencatat sejumlah capaian strategis lintas sektor.

Sejak awal kepemimpinan, arah kebijakan difokuskan pada pembenahan tata kelola pemerintahan, penguatan fondasi fiskal, serta percepatan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Bupati Safaruddin dan Wakil Bupati Zaman Akli, Pemkab Abdya berhasil membayar utang daerah hingga 89,7 persen. Langkah ini dinilai sebagai strategi krusial dalam memperkuat stabilitas fiskal sekaligus memperluas ruang gerak pembangunan ke depan.

Safaruddin menegaskan, tahun pertama merupakan fase konsolidasi dan percepatan dengan fokus pada penguatan sistem, terutama pelayanan publik serta program prioritas berbasis kebutuhan riil masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya stabilitas politik dan kolaborasi sosial sebagai prasyarat pembangunan berkelanjutan.

"Saya harapkan kepada masyarakat berikan saya waktu untuk mewujudkan itu. Saya butuh stabilitas politiknya, masyarakat dengan kerja samanya untuk berkolaborasi membangun daerah. Slogan Arah Baru Abdya Maju harus bisa kita wujudkan," ujar Safaruddin, Kamis (26/2/2026).

Reformasi Tata Kelola dan Layanan Publik

Di sektor pemerintahan, reformasi birokrasi berbasis kinerja mulai diimplementasikan secara bertahap. Digitalisasi layanan di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diterapkan untuk memangkas waktu dan prosedur administrasi, sekaligus meningkatkan efisiensi. Kebijakan ini berdampak pada meningkatnya indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan publik.

Transparansi anggaran turut diperkuat melalui optimalisasi sistem akuntabilitas keuangan dan pengawasan internal guna mencegah potensi penyimpangan serta kebocoran anggaran.

Infrastruktur dan Konektivitas Dipercepat

Pada sektor infrastruktur, pembangunan dan rehabilitasi jalan penghubung antarkecamatan dan desa menjadi prioritas utama. Sejumlah ruas strategis yang sebelumnya dalam kondisi rusak telah diperbaiki untuk memperlancar mobilitas barang dan jasa, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.

Pemkab juga melakukan peningkatan sarana pendidikan dan kesehatan melalui renovasi sekolah, puskesmas, serta penyediaan fasilitas layanan dasar di wilayah pedesaan. Pemerataan infrastruktur diposisikan sebagai instrumen penting dalam mengurangi disparitas antarwilayah.

Penguatan UMKM dan Sektor Basis Ekonomi

Di bidang ekonomi, program pemberdayaan UMKM diperluas melalui bantuan alat produksi, pelatihan kewirausahaan, hingga pembukaan akses permodalan. Sektor pertanian dan perikanan sebagai tulang punggung ekonomi daerah mendapat perhatian khusus, termasuk optimalisasi kawasan pesisir bahkan pemberian bantuan terhadap masyarakat.

Upaya ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tengah dinamika fiskal.

Ragam Prestasi dan Pengakuan

Selama satu tahun kepemimpinan, Abdya meraih sejumlah penghargaan dan pengakuan di tingkat provinsi maupun nasional, antara lain:

  • Peringkat 8 Nasional UHC Awards 2026
  • Penghargaan Apresiasi Daerah Peduli Layanan Publik
  • Tokoh Muda Penggerak Perubahan The Aceh Post Awards 2025
  • Penghargaan Kearsipan Digital dari ANRI
  • Penunjukan Dr. Safaruddin sebagai Koordinator Wilayah Aceh APKASI
  • Juara Umum TTG Aceh 2025 dan Juara I Stand Jamboe TTG Aceh 2025
  • Serambi Ekraf Awards 2025
  • Duta GenRe Indonesia 2025 dari Abdya serta tiga kali berturut-turut Juara Duta GenRe Aceh
  • Terbaik I Pengelolaan Sistem Informasi Keluarga (SIRIKA) Aceh
  • Terbaik II Pengelolaan Data Stunting Aceh
  • Terbaik III Unmet Need Terendah KB
  • Penghargaan Peduli Kesehatan Jiwa
  • Opini WTP 10 kali berturut-turut
  • Peringkat III Terbaik Penyelenggaraan Persandian se-Aceh
  • Peringkat 3 Aceh dalam Indeks Penyelenggaraan Statistik Sektoral kategori “Baik”
  • Penurunan angka kemiskinan menjadi 13,30 persen
  • Juara 1 Kualitas Udara dan tiga besar Lingkungan Terbaik Aceh
  • Proklim Utama KLHK RI
  • RSUD-TP sebagai Fasilitas Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan
  • Kampung Nelayan Merah Putih Nasional
  • Mekanisasi pertanian dari APBN
  • UMKM naik kelas ke ritel modern
  • Kabupaten Layak Anak 2025
  • Tuan rumah MTQ Aceh ke-38 Tahun 2027

Selain itu, Abdya juga menyalurkan bantuan bencana hidrometeorologi ke 14 kabupaten/kota, memperkuat layanan kesehatan RSUD, serta mencatat percepatan pembentukan KDKMP di tingkat gampong.

Komitmen Berkelanjutan

Meski berbagai capaian telah diraih, Pemkab Abdya mengakui masih terdapat tantangan fiskal, keterbatasan anggaran, serta dinamika sosial yang perlu diantisipasi secara adaptif. Evaluasi berkala dan penguatan kolaborasi menjadi kunci menjaga kesinambungan pembangunan.

“Ini baru langkah awal. Arah Baru Abdya Maju bukan hanya slogan, melainkan komitmen jangka panjang untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tegas Bupati.

Memasuki tahun kedua, publik menantikan konsistensi realisasi program serta dampak yang semakin konkret di lapangan. Satu tahun kepemimpinan Dr. Safaruddin, S.Sos., MSP dan Zaman Akli, S.Sos., MM menjadi fondasi penting bagi penguatan fiskal, penurunan kemiskinan, peningkatan layanan kesehatan, serta kemajuan lingkungan dan ekonomi.

Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, Aceh Barat Daya terus bergerak menuju daerah yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya saing di wilayah barat selatan Aceh. (*)

Tombol Google News

Tags:

Zaman Akli safaruddin Bupati abdya pemkab abdya Aceh Barat Daya Arah Baru Abdya Maju