Setahun Pemerintahan Safar–Akli, KoBAR Nilai Ekonomi Rakyat Abdya Meningkat

26 Februari 2026 23:22 26 Feb 2026 23:22

Thumbnail Setahun Pemerintahan Safar–Akli, KoBAR Nilai Ekonomi Rakyat Abdya Meningkat

Koordinator KoBAR Abdya Adoen Elizar dan pengamat ekonomi kerakyatan, RS Darmansyah saat diwawancarai awak media di Blangpidie, Kamis, 26 Februari 2026. (Foto: T. Rahmat/Ketik)

KETIK, ACEH BARAT DAYA – Komunitas Bisnis Andalan Rakyat (KoBAR) Aceh Barat Daya (Abdya) menilai setahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Safar–Akli menunjukkan arah baru pembangunan ekonomi yang mulai dirasakan masyarakat.

Koordinator KoBAR Abdya, Adoen Elizar Lizam mengatakan, berdasarkan amatan pihaknya sebagai lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang ekonomi kerakyatan mencatat adanya geliat positif di berbagai sektor. Kondisi ekonomi masyarakat, khususnya petani, dinilai mulai bergairah. 

"Harga gabah misalnya, mampu bertahan pada kisaran Rp6.900 hingga Rp7.200 per kilogram. Stabilitas harga tersebut memberi ruang bagi petani untuk kembali bersemangat mengelola lahan mereka," ujarnya, Kamis, 26 Februari 2026.

Tidak hanya petani padi, petani sayur dan peternak ayam juga disebut mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Aktivitas produksi meningkat dan minat masyarakat untuk kembali bertani semakin terlihat.

Adoen Elizar menyampaikan bahwa perubahan ini tidak terlepas dari arah kebijakan pemerintah daerah yang mulai meletakkan fondasi ekonomi kerakyatan.

“Pemerintah dengan arah baru mulai meletakkan pondasi ekonomi kerakyatan, seperti mewajibkan retail modern menyediakan ruang khusus bagi UMKM lokal di toko mereka,” ujar Adoen.

Menurutnya, kebijakan tersebut memberi peluang nyata bagi pelaku usaha kecil dan menengah untuk memperluas pasar tanpa harus bersaing secara tidak seimbang dengan jaringan ritel besar.

UMKM di Abdya pun perlahan mulai bangkit, terutama di sektor kuliner dan makanan ringan. Produk-produk kue tradisional khas Abdya kembali diproduksi dan dipasarkan secara lebih luas, baik secara langsung maupun melalui berbagai kegiatan promosi.

Momentum Ramadan 1447 Hijriah menjadi salah satu contoh nyata kebangkitan tersebut. Kaum milenial di Abdya memfasilitasi pelaku UMKM untuk berjualan dalam satu lokasi melalui kegiatan “Ramadhan Fair” yang menyediakan aneka takjil berbuka puasa.

Terpisah, pengamat ekonomi kerakyatan, RS Darmansyah, dalam kesempatan berbeda mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak terlepas dari peran Pemerintah Kabupaten Abdya dalam membina pebisnis milenial dan menciptakan ruang kolaborasi usaha.

“Puasa 1447 ini, kaum milenial memfasilitasi UMKM berjualan di satu tempat dengan membuka Ramadhan Fair. Ini tidak terlepas dari peran Pemkab Abdya dalam membina pebisnis milenial,” jelasnya.

Adoen menambahkan, kebangkitan ekonomi rakyat menjadi salah satu indikator penting keberhasilan pemerintah daerah.

“Ketika ekonomi bangkit, maka itu salah satu indikator keberhasilan pemerintah daerah,” tegasnya.

KoBAR berharap tren positif ini terus dijaga dan diperkuat melalui kebijakan yang berpihak pada ekonomi rakyat, sehingga pertumbuhan yang terjadi tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menciptakan kemandirian dan kesejahteraan jangka panjang bagi masyarakat Abdya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Aceh Barat Daya abdya Aceh Bupati abdya safaruddin Ekonomi UMKM