Tips Aman Berpuasa Bagi Penderita Maag Selama Ramadan

27 Februari 2026 03:15 27 Feb 2026 03:15

Thumbnail Tips Aman Berpuasa Bagi Penderita Maag Selama Ramadan

Ilustrasi penderita maag (Foto: Freepik)

KETIK, JAKARTA – Selama Ramadan, perubahan pola makan sering menjadi tantangan tersendiri bagi penderita asam lambung atau maag.

Salah memilih menu saat sahur atau terlalu kalap ketika berbuka bisa memicu naiknya asam lambung dan menimbulkan rasa perih di ulu hati.

Namun demikian, pejuang maag tetap dapat menjalani puasa dengan nyaman. Kuncinya terletak pada pengaturan pola makan yang tepat serta kebiasaan yang lebih disiplin selama bulan suci.

Sahur menjadi momen penting yang tak boleh diabaikan. Hindari makanan yang dapat memicu asam lambung seperti hidangan terlalu pedas, asam, berlemak, hingga bersantan.

Jenis makanan tersebut berpotensi merangsang produksi asam lambung berlebih dan membuat perut cepat terasa tidak nyaman. Sebagai alternatif, pilih makanan yang ringan, rendah lemak, dan mudah dicerna agar tubuh tetap bertenaga tanpa membebani lambung.

Tak hanya soal menu, kebiasaan setelah sahur juga perlu diperhatikan. Hindari langsung berbaring usai makan. Beri jeda sekitar dua hingga tiga jam agar proses pencernaan berjalan optimal. Jika harus beristirahat, posisikan kepala lebih tinggi untuk mengurangi resiko asam lambung naik ke kerongkongan.

Memasuki waktu berbuka, pengendalian diri menjadi faktor utama. Awali dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih hangat sebelum menyantap hidangan utama.

Lambung yang kosong seharian perlu beradaptasi secara bertahap, sehingga konsumsi makanan berat dalam porsi besar secara langsung sebaiknya dihindari.

Minuman asam dan berkafein seperti es jeruk, kopi, atau minuman bersoda juga sebaiknya tidak dikonsumsi saat perut masih kosong. Jenis minuman tersebut dapat memicu iritasi dan meningkatkan produksi asam lambung.

Untuk makan utama, lakukan secara bertahap. Setelah berbuka ringan dan menunaikan sholat Magrib, makanlah secukupnya. Jika masih merasa lapar, porsi kecil dapat ditambahkan setelah sholat tarawih. Pola ini membantu menjaga kerja lambung tetap stabil dan tidak terbebani dalam satu waktu.

Pemilihan jenis makanan turut berpengaruh. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal lebih disarankan karena mampu memberikan rasa kenyang lebih lama dan menjaga kondisi lambung tetap stabil dibandingkan karbohidrat sederhana. Selain itu, makan secara perlahan dan mengunyah hingga halus juga dapat meringankan kerja lambung.

Bagi yang rutin mengonsumsi obat penurun asam lambung, pastikan diminum sesuai anjuran dokter, baik saat sahur maupun sebelum makan besar saat berbuka. Kedisiplinan dalam mengatur jadwal konsumsi obat sangat membantu mencegah keluhan kambuh selama berpuasa.

Dengan pengaturan pola makan yang tepat dan kebiasaan yang terjaga, penderita maag tetap bisa menjalani ibadah puasa secara aman dan nyaman sepanjang Ramadan. (*)

Tombol Google News

Tags:

asam lambung maag Ramadan berpuasa