Sering Scroll Tanpa Henti? 5 Cara Digital Detox Ini Bisa Dicoba

10 Maret 2026 01:00 10 Mar 2026 01:00

Thumbnail Sering Scroll Tanpa Henti? 5 Cara Digital Detox Ini Bisa Dicoba

Ilustrasi penggunaan ponsel pintar dalam aktivitas sehari-hari. (Foto : Freepik)

KETIK, JAKARTA – Fenomena memulai hari dengan memeriksa ponsel pintar kini telah menjadi kebiasaan yang sulit dihindari. Bahkan, sebelum sempat meminum segelas air putih di pagi hari, perhatian banyak orang sudah tersita oleh layar ponsel.

Kebiasaan ini sering berlanjut sepanjang hari, mulai dari saat makan hingga menjelang tidur, seolah ponsel telah menjadi “organ tambahan” yang tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari.

Di balik kemudahan akses informasi tersebut, penggunaan gawai secara terus-menerus juga dapat memicu kelelahan mental. Tidak sedikit orang yang merasakan pusing, sulit berkonsentrasi, atau merasa cepat lelah meskipun tidak melakukan aktivitas fisik berat.

Kondisi ini kerap dikaitkan dengan mental fatigue atau kelelahan mental akibat paparan informasi yang datang tanpa henti dari berbagai aplikasi digital.

Untuk mengurangi dampak tersebut, konsep digital detox atau detoks digital mulai banyak diterapkan. Digital detox merupakan upaya membatasi penggunaan perangkat digital dalam jangka waktu tertentu agar pikiran dapat beristirahat dari stimulasi layar yang berlebihan. Tanpa harus sepenuhnya meninggalkan teknologi, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk memulai detoks digital.

1. Terapkan Aturan "No Phone" di Jam Tertentu

Langkah awal yang dapat dilakukan adalah menetapkan batasan waktu tanpa ponsel. Misalnya, tidak membawa ponsel ke meja makan atau tidak menggunakan gawai selama 30 menit sebelum tidur dan setelah bangun tidur.

Kebiasaan ini dapat membantu otak beristirahat dan meningkatkan kualitas tidur.

2. Matikan Notifikasi yang Tidak Mendesak

Tidak semua dering notifikasi bersifat mendesak. Sebagai langkah praktis, coba matikan notifikasi media sosial atau grup obrolan yang tidak mendesak.

Dengan menonaktifkan notifikasi aplikasi yang tidak krusial, kita bisa meminimalkan gangguan yang memecah konsentrasi. Hal ini memungkinkan kita untuk fokus sepenuhnya pada tugas yang sedang dikerjakan atau pada interaksi sosial yang sedang berlangsung.

3. Manfaatkan Fitur Pemantau Durasi Layar

Hampir setiap sistem operasi ponsel modern kini dilengkapi dengan fitur pemantau durasi layar (Screen Time atau Digital Wellbeing). Fitur ini berfungsi sebagai instrumen evaluasi diri untuk melihat seberapa banyak waktu yang terpakai secara impulsif di media sosial.

Dengan menetapkan batasan waktu harian pada aplikasi tertentu, kita secara proaktif membangun kendali diri agar tidak terjebak dalam penggunaan gawai yang berlebihan.

4. Simpan Ponsel Saat Makan atau Berinteraksi

Cobalah untuk meletakkan ponsel di dalam tas atau ruangan lain saat sedang makan atau mengobrol dengan orang di sekitar. Menghargai momen "saat ini" (present moment) tanpa gangguan layar dapat meningkatkan kualitas hubungan sosial dan ketenangan batin.

5. Kembali ke Hobi Analog

Mengisi waktu luang dengan aktivitas yang tidak melibatkan perangkat digital dapat menjadi cara efektif untuk beristirahat dari paparan layar.

Membaca buku fisik, menulis jurnal, atau berjalan santai tanpa mendengarkan musik melalui earphone dapat membantu menenangkan pikiran sekaligus mengurangi ketergantungan pada ponsel.(*)

Tombol Google News

Tags:

Digital Detox media sosial Handphone smartphone kecanduan