Strategi Pemkab Jombang Dorong Swasembada Gula di 2028

3 Januari 2026 16:16 3 Jan 2026 16:16

Thumbnail Strategi Pemkab Jombang Dorong Swasembada Gula di 2028
Bupati Jombang Warsubi (tengah) saat melakukan penanaman tebu di lahan milik Kodim 0814 Jombang, wilayah Koramil Diwek, Sabtu 3 Januari 2026. (Foto: Syaiful Arif/Ketik.com)

KETIK, JOMBANG – Upaya memperkuat pangan Jombang terus digenjot Pemerintah Kabupaten Jombang. Komitmen itu diwujudkan melalui peluncuran penanaman tebu perdana sebagai bagian dari strategi menuju swasembada gula nasional 2028. Kegiatan ini digelar di lahan milik Kodim 0814 Jombang, wilayah Koramil Diwek, Sabtu, 3 Januari 2026.

Peluncuran tanam tebu tersebut dihadiri langsung Bupati Jombang Warsubi, Wakil Bupati Jombang Gus Salmanudin, Dandim 0814 Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo, jajaran Forkopimda, manajemen PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), PG Tjoekir, serta perwakilan petani tebu. Kolaborasi lintas sektor ini menegaskan keseriusan daerah dalam menguatkan sektor pertanian Jombang.

Program ini menjadi bagian dari akselerasi Bongkar Ratoon, yakni peremajaan tanaman tebu yang dinilai krusial untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Pemerintah daerah, TNI, dan industri gula menyatukan peran untuk memastikan target swasembada dapat dicapai tepat waktu.

Dandim 0814 Jombang Letkol Kav Dicky Prasojo menyampaikan, pemanfaatan lahan Kodim seluas tiga hektare bukan sekadar kegiatan simbolis. Lahan tersebut difungsikan sebagai contoh nyata pengelolaan lahan produktif untuk mendukung ketahanan pangan.

“Lahan ini kami optimalkan tidak hanya untuk tebu, tetapi juga jagung, cabai, hingga peternakan. Ini bentuk dukungan nyata TNI terhadap program strategis nasional dan daerah,” ujarnya. Ia menegaskan, TNI siap mengawal penuh agenda ketahanan pangan, termasuk swasembada gula.

Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi mengungkapkan bahwa sektor tebu di Jombang menunjukkan tren positif. Berdasarkan data tahun 2024, luas tanam tebu di Jombang meningkat signifikan dari 10.102 hektare menjadi 10.787 hektare.

Foto Bupati Jombang Warsubi sebelum melakukan penanaman tebu di lahan milik Kodim 0814 Jombang, wilayah Koramil Diwek, Sabtu 3 Januari 2026. (Foto: Syaiful Arif/Ketik.com)Bupati Jombang Warsubi sebelum melakukan penanaman tebu di lahan milik Kodim 0814 Jombang, wilayah Koramil Diwek, Sabtu 3 Januari 2026. (Foto: Syaiful Arif/Ketik.com)

Tak hanya luas lahan, kualitas produksi juga mengalami peningkatan. Rendemen tebu petani Jombang tercatat naik menjadi rata-rata 7,11 persen, dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 6,5 persen. “Ini menunjukkan kualitas tebu petani Jombang semakin baik dan semakin kompetitif,” kata Warsubi.

Total produksi tebu Jombang mencapai 787.246 ton atau setara 56.009 ton gula kristal putih. Untuk menjaga tren tersebut, Pemkab Jombang memperkuat program Bongkar Ratoon dengan memberikan dukungan nyata kepada petani, berupa bantuan benih hingga biaya tenaga kerja per hektare.

Hingga awal 2026, usulan Bongkar Ratoon di Jombang telah mencapai lebih dari 3.300 hektare yang dilaksanakan secara bertahap, termasuk pemanfaatan lahan Kodim dan kemitraan dengan sejumlah pabrik gula. Skema ini diharapkan mampu menekan risiko penurunan produksi sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

Bupati Jombang menegaskan, keberhasilan swasembada gula tidak bisa dicapai secara parsial. Sinergi antara pemerintah, TNI, petani, dan pabrik gula menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan pangan Jombang.

“Dengan potensi lahan, dukungan teknologi, dan semangat petani, Jombang siap mengambil peran strategis dalam mewujudkan swasembada gula nasional 2028,” tegasnya.

Program tanam tebu perdana ini juga diharapkan membawa dampak ekonomi langsung bagi petani serta memperkuat posisi pertanian Jombang sebagai salah satu penopang ketahanan pangan di Jawa Timur. Pendampingan teknis dan penyediaan bibit unggul menjadi fokus agar hasil yang dicapai berkelanjutan.(*)

Tombol Google News

Tags:

pemkab Jombang swasembada tebu Warsubi Bupati Warsubi kodim jombang Tebu tanam tebu berita jombang pertanian jombang