KETIK, MALANG – Nama kampung di Kota Malang menyimpan makna sejarah yang mendalam. Salah satunya adalah Kampung Gandean yang berada di wilayah Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen.
Pemerhati sejarah Kota Malang, Agung Buana, mengatakan, istilah Gande dalam Jawa merujuk pada abdi dalem atau pegawai yang bekerja di kantor pemerintah.
"Sama seperti di Solo atau Yogyakarta, Gande itu artinya abdi dalem atau seorang pegawai yang bekerja di lingkungan keraton," jelasnya, Kamis, 19 Februari 2026.
Meski di Malang tidak memiliki keraton, namun istilah tersebut tetap dipakai merujuk kepada pekerja yang bekerja di pusat pemerintahan saat itu, yaitu kawasan Pendopo Kabupaten Malang.
Ia mengungkapkan, lokasi kawasan permukiman para pegawai tersebut berada di sebelah barat SD Negeri Kauman 1 Malang. Mereka adalah pekerja administrasi di kantor pemerintahan serta pegawai yang bertugas di kompleks loji Belanda yang kini menjadi area perkantoran.
"Dulunya, orang-orang yang tinggal di situ adalah pegawai yang bekerja di Pendopo Kabupaten Malang dan Loji Belanda. Area Loji yang saya maksud ini, yaitu di sekitar kompleks Kantor Pos Malang dan KPPN Malang," ungkapnya.
Agung kembali menjelaskan, bahwa penambahan akhiran 'an' pada kata Gande mengikuti pola penamaan dalam bahasa Jawa. Yang artinya adalah sebuah lokasi atau kawasan.
"Gande itu orangnya, kalau ditambah an berarti tempatnya. Bisa dibilang, Gandean adalah kawasan tempat para Gande tinggal," tambahnya.
Ia menambahkan, penyebutan Kampung Gandean sudah ada sejak abad ke-19. Saat ini, kawasan tersebut berada di sekitar Jalan K.H Wachid Hasyim Kota Malang
"Jadi, nama Gandean ini bukan berasal dari Belanda. Melainkan, dari masyarakat Jawa sendiri yang menamai kawasan itu berdasarkan profesi penduduknya," pungkasnya. (*)
