Dipamerkan di Museum Masa Lalu dan Masa Kini MAS, Kentongan Masjid Buatan Tahun 1999 Jadi Objek Selfie

19 Februari 2026 16:25 19 Feb 2026 16:25

Thumbnail Dipamerkan di Museum Masa Lalu dan Masa Kini MAS, Kentongan Masjid Buatan Tahun 1999 Jadi Objek Selfie

Dua jemaah berpose di depan ​​​​​​​Kentongan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) berusia sekitar 27 tahun yang dipamerkan di “Museum Masa Lalu dan Masa Kini MAS” di sisi utara Air Mancur Kompleks MAS. (Foto: Humas Al Akbar Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Kentongan Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) yang dibuat tahun 1999 atau berusia sekitar 27 tahun menjadi objek selfie dari jemaah yang menyaksikan pameran “Museum Masa Lalu dan Masa Kini MAS” di sisi utara Air Mancur.

“Pameran digelar pada 1-30 Ramadhan 1447 H dengan memamerkan aset historis milik Masjid Al-Akbar sejak dibangun hingga sekarang, juga sejumlah manuskrip/turats terkait masuknya Islam di Jatim,” ujar Humas MAS H Helmy M Noor di Surabaya, Kamis, 19 Februari 2026.

Kentongan berbahan kayu jati  dengan ukiran khusus yang artistik itu merupakan buatan jemaah asal Madura pada tahun 1999 atau setahun sebelum peresmian MAS.

Terdapat tiga aset historis dibuat jemaah Madura yang juga pengurus masjid saat itu, yakni kentongan, beduk dan mimbar khutbah.

“Semuanya sudah jadi sebelum Masjid Al-Akbar diresmikan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 10 November 2000,” katanya didampingi Kasie Perlengkapan, Perawatan, dan Kebersihan MAS, Sutrisno.

Dalam Museum Masa Lalu dan Masa Kini itu juga disebutkan Masjid Al-Akbar dibangun pada 4 Agustus 1995 atas gagasan mantan Wali Kota Surabaya Soenarto Soemoprawiro (Cak Narto) dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Presiden RI Try Sutrisno.

Namun, penyelesaian Pembangunan agak tertunda akibat krisis moneter. Setelah peresmian pada tahun 2000, Menteri Agama menetapkan status Masjid Al-Akbar sebagai Masjid Nasional berdasarkan Keputusan Menag Nomor 301 Tahun 2003.

“Untuk konsep Masa Kini dari Masjid Al-Akbar antara lain Studio Dakwah Digital (2010), Interior Tour (Ukiran/Kaligrafi/ Tata Lampu), Perpustakaan dan Pojok Baca Digital (POCADI), dan virtual tour (tour secara digital atau turis daring),” katanya.

Mulai tahun 2019, juga ada "masa kini" di bidang lingkungan dan rekreasi, yakni Taman Edupark (2019), taman urban farming (2020), Taman Asmaul Husna (2020), Menara 99m (2020), Green Toilet (2021), Air Mancur (2022), Green House atau Taman Melon (2022).

Kemudian, ballroom untuk kegiatan publik seperti resepsi pernikahan pada 2022, Taman Peradaban atau bangunan ikon sejumlah provinsi pada 2023, BUMM (Badan Usaha Milik Masjid) pada 2023, ruang Al Akbar Muallaf Center pada 2024, termasuk mualaf asing. Terkini, saat ini telah berdiri lapangan Mini Soccer (2025) serta Toilet VIP Difabel (2026).

Sementara itu, Masjid Al-Akbar memiliki dua filosofi yakni Islam dan nasional. Kubah besar terdapat lima buah yang melambangkan Rukun Islam dan kubah kecil ada enam buah melambangkan Rukun Iman. Lima kubah besar juga melambangkan Pancasila dengan lima sila.

Filosofi nasional Masjid Al Akbar juga terdapat pada mihrab di ruang utama setinggi 17 meter, ukiran bintang bersudut delapan di dinding utama, dan pintu berjumlah 45 buah yang semuanya melambangkan 17 Agustus 1945 atau tanggal Proklamasi kemerdekaan Indonesia. (*)

Tombol Google News

Tags:

kentongan pameran museum Masjid Al Akbar MAS jemaah Ramadan