Sekolah dan Masjid di Beutong Ateuh Banggalang Hancur Akibat Banjir

29 November 2025 11:28 29 Nov 2025 11:28

Thumbnail Sekolah dan Masjid di Beutong Ateuh Banggalang Hancur Akibat Banjir
Bangunan masjid di Beutong Ateuh Banggalang, Nagan Raya, hancur akibat banjir bandang, Sabtu, 29 November 2025. (Foto: Basriadi/Ketik)

KETIK, NAGAN RAYA – Banjir bandang yang melanda Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, Kabupaten Nagan Raya, Aceh, meninggalkan luka mendalam yang belum pernah dialami masyarakat sebelumnya.

Tak hanya merenggut rumah dan harta benda warga, namun juga menghancurkan infrastruktur pendidikan dan tempat ibadah yang menjadi pusat kehidupan sosial dan spiritual masyarakat setempat.

Dua gedung sekolah utama yaitu SDN 1 Beutong Ateuh Banggalang dan SMPN 1 Beutong Ateuh Banggalang, mengalami kerusakan parah. Seluruh ruang kelas, perpustakaan, hingga fasilitas sekolah luluh lantak diterjang air bah dan material lumpur yang menyelimuti hampir seluruh bangunan.

Akibat kerusakan tersebut, 100 persen proses belajar mengajar lumpuh total. Tidak ada buku, tidak ada meja, tidak ada kursi yang tersisa dalam kondisi layak pakai. Sementara itu, ratusan pelajar kini kehilangan ruang belajar dan sumber masa depan mereka.

Foto Lokasi bangunan sekolah yang telah hilang akibat banjir yang melanda Beutong Ateuh Banggalang, Sabtu, 29 November 2025. (Foto: AK/Ketik)Lokasi bangunan sekolah yang telah hilang akibat banjir yang melanda Beutong Ateuh Banggalang, Sabtu, 29 November 2025. (Foto: AK/Ketik)

Tak berhenti di situ, banjir bandang juga menghancurkan fondasi kehidupan keagamaan warga. Tiga masjid di daerah tersebut rusak total, tembok runtuh, mihrab porak-poranda, karpet dan kitab suci berserakan bersama lumpur dan kayu gelondongan.

Suasana muram menyelimuti lokasi kejadian. Di tengah puing dan reruntuhan bangunan, warga hanya mampu menyaksikan dengan mata berkaca-kaca. Bagi masyarakat Beutong Ateuh Banggalang, kehilangan sarana pendidikan dan rumah ibadah adalah kehilangan dua pilar penting, masa depan dan iman.

Seorang tokoh masyarakat sekaligus relawan lokal, Arafik, menyampaikan keprihatinan mendalam dan menyerukan bantuan dari berbagai pihak.

“Kami benar-benar terpukul. Pendidikan anak-anak berhenti total, dan tempat ibadah rusak parah. Kami mohon perhatian semua pihak terkait, lembaga sosial, dan masyarakat luas agar sarana pendidikan dan tempat ibadah di Beutong Ateuh ini dapat segera berfungsi kembali,” ujarnya dengan suara bergetar, Sabtu, 29 November 2025.

Ia berharap anak-anak tidak kehilangan hak mendapatkan pendidikan, terlebih dalam kondisi pascabencana yang penuh trauma. Begitu pun dengan rumah ibadah yang selama ini menjadi sumber keteguhan mental dan spiritual warga.

Hingga kini, akses menuju lokasi masih terbatas akibat kerusakan medan dan tumpukan material banjir. Upaya pendataan dan pembersihan terus dilakukan, namun pemulihan penuh diperkirakan membutuhkan waktu panjang serta dukungan besar.

Tragedi ini menjadi alarm keras bahwa masyarakat Beutong Ateuh Banggalang sedang menghadapi krisis kemanusiaan yang tidak hanya merusak fisik, tetapi juga harapan dan cita-cita. (*)

Tombol Google News

Tags:

Bencana Aceh Banjir Aceh Banjir Nagan Raya Aceh Nagan Raya Pendidikan agama Beutong Ateuh Baggalang