Program SIKAP di Banyuwangi Bukti Anak Berkebutuhan Khusus Mampu Berkarya dan Mandiri

27 Februari 2026 12:40 27 Feb 2026 12:40

Thumbnail Program SIKAP di Banyuwangi Bukti Anak Berkebutuhan Khusus Mampu Berkarya dan Mandiri

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, meninjau langsung program SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan) (Foto: Humas Disdik Jatim)

KETIK, SURABAYA – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengapresiasi pelaksanaan Program SIKAP (Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan) saat mengunjungi SLBN Tamanagung, Banyuwangi, pada 26 Februari 2026.

Program ketahanan pangan tersebut diwujudkan melalui pengelolaan kebun sekolah yang dirawat langsung oleh para siswa bersama guru pendamping. Kebun yang tertata rapi itu menunjukkan kemampuan peserta didik dalam menghasilkan karya yang bernilai edukatif.

"Ini bukan hanya ruang tanam biasa. Tapi apa yang dirawat di sini bukan hanya tanaman, tetapi juga rasa percaya diri dan kemandirian anak-anak kita. Inilah makna pendidikan yang sesungguhnya memberi ruang tumbuh tanpa batas untuk anak spesial kita," ujar Aries.

Menurut Aries, Program SIKAP tidak sekadar mengajarkan keterampilan bercocok tanam, tetapi juga membangun karakter siswa. Melalui pendampingan guru, peserta didik belajar memahami proses pertumbuhan tanaman, melatih tanggung jawab, serta menumbuhkan sikap kerja sama.

Ia menegaskan, pendidikan inklusif harus mampu membuka ruang bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk berkembang dan berdaya. Program seperti SIKAP, lanjutnya, dapat menjadi model pembelajaran berbasis keterampilan hidup di sekolah luar biasa.

Aries berharap program ketahanan pangan sekolah tersebut terus dikembangkan guna memperkuat karakter dan kemandirian siswa di SLBN Tamanagung Banyuwangi maupun sekolah luar biasa lainnya di Jawa Timur. (*)

Tombol Google News

Tags:

SLBN Tamanagung Banyuwangi Program SIKAP Sekolah Inovasi Ketahanan Pangan Pendidikan Jawa timur Aries Agung Paewai