KETIK, MALANG – Tradisi tukar uang baru menjelang Lebaran di Kota Malang tampaknya mulai sepi peminat. Fenomena ini dirasakan langsung oleh Faisal (52), salah satu penyedia jasa penukaran uang musiman yang setia mangkal di kawasan Jalan Merdeka Timur.
Pria yang sudah melakoni profesi ini selama 12 tahun tersebut mengakui bahwa antusiasme masyarakat tak lagi seramai dulu.
“Dua tahun terakhir ini agak sepi, beda dengan 2023 yang masih ramai,” katanya, Sabtu, 28 Februari 2026.
Biasanya, masyarakat mulai berbondong-bondong menukar uang pada H-21 atau tiga minggu menjelang Lebaran. Saat ini, kondisi di lapangan terpantau masih landai karena belum memasuki periode puncak penukaran.
Terkait biaya, Faisal mematok potongan jasa sebesar 10 persen untuk setiap transaksi. Meski begitu, ia mengaku omzet yang diperoleh tidak menentu. Saat ramai, perputaran uang bisa mencapai di atas Rp10 juta.
“Namun belakangan jumlahnya sulit dipastikan,” ujarnya.
Faisal menduga kondisi ekonomi ikut memengaruhi minat masyarakat untuk menukar uang baru melalui jasanya. Meski begitu, ia tetap membuka layanan tersebut karena ingin membantu masyarakat kecil yang membutuhkan pecahan uang menjelang hari raya Idulfitri. (*)
