KETIK, TULUNGAGUNG – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Tulungagung menggelar Musyawarah Kecamatan (Muscam) di Aula Pertemuan Desa Banjarejo, Kecamatan Rejotangan, Kamis, 5 Februari 2026. Forum ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan peran perangkat desa di tingkat kecamatan.
Muscam berlangsung dalam suasana tertib dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan Mars PPDI yang diikuti seluruh peserta. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Ketua PPDI Tulungagung bersama Tim 2, Wakil Ketua PPDI Provinsi Jawa Timur, serta pengurus PKDI Rejotangan turut hadir dan memberikan dukungan terhadap jalannya musyawarah.
Dorong Kekompakan Pemerintahan Desa
Ketua PKDI Kecamatan Rejotangan, Zaenudin Jawahir, menegaskan bahwa soliditas internal pemerintahan desa menjadi faktor utama keberhasilan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, disharmoni antarpejabat desa hanya akan menghambat pembangunan.
“Selama pejabat pemerintahan tidak akur satu sama lain, sebagai pelayan masyarakat kita pasti gagal. Semoga perangkat desa dan kepala desa bisa terus berjalan beriringan demi mewujudkan pembangunan desa yang lebih baik,” tegas Zaenudin.
Sementara itu, Sekretaris Camat Rejotangan, Eko Sumarno, mendorong seluruh perangkat desa untuk terus meningkatkan kapasitas dan kinerja. Ia menilai perangkat desa memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pelayanan publik di tingkat paling dekat dengan masyarakat.
Penegasan Etika dan Kesejahteraan Anggota
Ketua PPDI Kabupaten Tulungagung, Abdul Fatah, dalam arahannya menekankan pentingnya profesionalisme dan integritas perangkat desa. Ia mengingatkan seluruh anggota agar tetap berpegang pada kode etik organisasi yang telah dirumuskan dalam Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda).
Abdul Fatah juga mengajak perangkat desa untuk menjaga etika dan sikap tawadhu dalam menjalankan tugas, khususnya dalam relasi kerja dengan kepala desa sebagai pimpinan pemerintahan desa.
Di sisi lain, Wakil Ketua PPDI Provinsi Jawa Timur, Suyono, menyampaikan kabar positif terkait upaya peningkatan kesejahteraan anggota. Ia mengungkapkan bahwa pengurus PPDI Jawa Timur telah menjalin kerja sama strategis dengan Bank Jatim.
“Perjuangan belum berakhir, PPDI harus tetap solid. Kami informasikan bahwa Pengurus PPDI Jawa Timur telah menjalin kesepakatan (MoU) dengan Bank Jatim untuk mendukung kesejahteraan anggota,” ungkap Suyono, yang disambut antusias peserta.
Kerja sama tersebut sejalan dengan semangat organisasi yang mengusung tema “Satu Tekad, Satu Tujuan, Satu Komando”.
Ali Basuki Pimpin PPDI Rejotangan
Musyawarah kemudian menetapkan kepengurusan baru PPDI Kecamatan Rejotangan. Melalui mekanisme musyawarah mufakat, Ali Basuki terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PPDI Rejotangan untuk masa bakti 2026–2031.
Terpilihnya Ali Basuki diharapkan mampu memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan kesejahteraan anggota, serta mendorong peran aktif perangkat desa dalam mendukung pembangunan dan pelayanan publik di wilayah Kecamatan Rejotangan.
