Ketua PPDI Geram di Muscam Besuki Tulungagung, Muncul Dua Agenda Sosialisasi terkait Kasun dan Bengkok

28 Januari 2026 23:23 28 Jan 2026 23:23

Thumbnail Ketua PPDI Geram di Muscam Besuki Tulungagung, Muncul Dua Agenda Sosialisasi terkait Kasun dan Bengkok

Abdul Fatah Ketua PPDI Kabupaten Tulungagung saat memberikan sambutan di Muscam PPDI Besuki, 28 Januari 2026, (Foto: Hariya/Ketik.com)

KETIK, TULUNGAGUNG – Persatuan Perangkat Desa Indonesia kabupaten Tulungagung mengadakan Musyawarah Kecamatan (Muscam) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Besuki di Balaidesa Tanggul Welahan Kecamatan Besuki, Rabu pagi 28 Januari 2026

Kegiatan ini diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dilanjut Mars PPDI oleh paduan suara perangkat desa. 

Turut hadir pada acara tersebut Jajaran Forkopimcam, Ketua PKDI Besuki, Ketua PPDI Tulungagung beserta jajaran tim 3, Kepala Desa se kecamatan besuki, dan seluruh perwakilan perangkat di 10 desa.

Eko Pramudianto mengawali sambutan dari unsur pemerintahan Kabupaten juga selaku ketua PKDI (Persatuan Kepala Desa Indonesia) Besuki. Dia mengatakan, PKDI menyambut baik pelaksanaan Muscam ini. Baginya PPDI bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan mitra strategis dalam membangun desa.

"Perangkat Desa adalah fondasi dan tiang-tiang penyangganya, kepala desa merupakan atapnya. Tanpa fondasi yang kuat dan tiang yang kokoh, mustahil roda pemerintahan desa bisa berjalan dengan stabil," ucap Eko, merupakan Kades Tulungrejo ini.

Beda lagi dengan sambutan Camat Besuki Andik Ande Wiyanto, S.E., M.M,. Dia mengawali sambutan dengan perkenalan diri sebagai Camat baru di Besuki

Ia berharap melalui Muscam ini akan terpilih kepengurusan yang solid, pemimpin yang mampu merangkul seluruh perangkat desa, dari sekdes hingga kasun, demi kekompakan internal.

"Mari kita buang jauh-jauh ego sektoral. Hubungan antara Kepala Desa dan Perangkat Desa harus harmonis," pinta Andi

"Semoga tantangan regulasi desa ke depan semakin dinamis. Saya berharap PPDI ke depan lebih meningkatkan profesionalisme sebagai pelayan masyarakat," ujarnya. 

Senada dengan Camat, Ketua PPDI Kabupaten Tulungagung Abdul Fatah memberikan sambutan menutup pembukaan dalam kegiatan Muscam PPDI Besuki. Ia mengapresiasi kinerja panitia Muscam atas terlaksananya kegiatan ini dengan baik.

"Dari awal pelaksanaan Muscam pertama hingga kemarin di Muscam Sumbergempol, baru kali ini saya melihat ada keistimewaan tersendiri terkait pelaksanaan Muscam yang dilaksanakan di Balaidesa Tanggul Welahan," kata Fatah.

"Selama kegiatan PPDI berlangsung baru di Muscam Besuki ini Lagu Indonesia Raya dan Mars PPDI tidak diiringi musik, melainkan dinyanyikan oleh Paduan Suara, tidak itu saja setiap rangkaian kegiatan tersebut ada musik yang mengiri, layak seperti ini event besar," paparnya. 

"Mengenai Kesejahteraan perangkat desa adalah perjuangan kita bersama, namun harus dibarengi dengan kinerja yang semakin nyata untuk masyarakat.," pungkasnya.

Masih dalam sambutannya ia mengatakan, PPDI adalah wadah profesi yang sangat strategis. Perangkat desa adalah ujung tombak pelayanan publik. Baik buruknya wajah pemerintah dimata masyarakat, sangat bergantung pada dedikasi dan kinerja pamong.

"Apapun yang terjadi, perlu disadari, tugas yang melekat ke kita semua adalah perangkat desa sebagai pelayan masyarakat yang harus selalu berkordinasi dan patuh kepada perintah Kepala Desa ," tuturnya 

"Kami berharap, setiap peraturan dan kode etik yang kami buat, supaya ditaati oleh semua anggota PPDI dengan menerapkan memakai seragam batik PPDI lengkap dengan atribut lengkap setiap tanggal 17, jika pada saat tanggal tersebut libur, di ganti pada hari besoknya." sambungnya.

Dalam sambutannya juga, Abdul Fatah juga membahas terkait suara miring yang sudah disosialisasikan desa ke desa, yakni:

1.Terkait dengan KASUN tidak dibolehkan mendapat Honor TPK dari dana desa. Tugas Kami di kabupaten mengadakan lobi-lobi dan mencarikan solusi dengan permasalahan tersebut.

2. Akhir-akhir ini sudah ada pelaksanaan sosialisasi yang memberikan keterangan Kas Desa dan Bengkok posisinya sama harus melalui lelang terbuka. jika ini dilaksanakan kami sebagai perangkat desa akan berteriak lantang.

"Jika Kas Desa disamakan dengan Bengkok harus melalui lelang terbuka. Dasar kami jelas sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) No. 11 Tahun 2019 pasal 100 jelas disebutkan bengkok posisinya berbeda," terangnya. 

"Kami anggota dan pengurus PPDI Kabupaten Tulungagung akan perjuangkan walaupun kami harus ke Jakarta," pungkasnya.

Di penghujung acara, Muscam PPDI Besuki diputuskan bersama bahwa Suwono masih dipercaya sebagai Ketua PPDI kecamatan Besuki masa bakti 2026-2031.

"Mari kita jadikan PPDI Kecamatan Campurdarat sebagai organisasi yang aktif, progresif, dan bermanfaat bagi anggotanya serta masyarakat desa," pesan Suwono dalam sambutan usai terpilih. (*)

Tombol Google News

Tags:

Tulungagung PPDI Musca Kecamatan besuki tulungagung musca ppdi