Rumah Budaya Ratna dan SLB YPAC Malang Gelar Pemutaran Film Pendek Inklusif

15 Januari 2026 19:21 15 Jan 2026 19:21

Thumbnail Rumah Budaya Ratna dan SLB YPAC Malang Gelar Pemutaran Film Pendek Inklusif

Suasana pemutaran film kolaborasi antara Rumah Budaya Ratna dan SLB YPAC Malang , Kamis, 15 Januari 2026. (Foto: Mutia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Rumah Budaya Ratna menggelar pemutaran film pendek inklusif hasil karya anak bangsa, Kamis, 15 Januari 2025. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Rumah Budaya Ratna dan SLB YPAC Malang sebagai bagian dari upaya edukasi dan literasi seni bagi penyandang disabilitas.

Kolaborasi ini memiliki nilai historis tersendiri. Pasalnya, almarhumah Ratna Indraswari Ibrahim, pemilik Rumah Budaya Ratna, merupakan alumni SLB YPAC Malang. Kegiatan tersebut pun mendapat sambutan positif dari pihak sekolah.

Kepala Sekolah SLB YPAC Malang, Zita Margaretha Siti Masruroh, S.Pd., Gr., menyebut pemutaran film ini menjadi sarana edukasi sekaligus motivasi bagi para siswa.

“Event ini menjadi edukasi bagi kami, khususnya anak-anak disabilitas tuna daksa, tuna grahita, autis, maupun down syndrome. Agar mereka tidak minder, karena ternyata orang-orang sebelum mereka juga pernah berprestasi. Ini memicu semangat dan motivasi anak-anak,” ujar Martha, sapaan karibnya.

Dalam kegiatan tersebut diputar dua film pendek karya anak bangsa, yakni Rena Asih dan Serdadu Apel Emas. Film Rena Asih merupakan karya kolaborasi Rembulan Senja Film, Endeavor Media Creative, dan Confidemus Pictures yang melibatkan ISI Yogyakarta serta SMKN 3 Malang. Sementara Serdadu Apel Emas diproduksi oleh Indonesiana TV bersama Confidemus Creative Media.

Pengelola Rumah Budaya Ratna, Benny Ibrahim, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan membuka ruang yang setara bagi semua anak untuk berkarya, tanpa terkecuali.

“Kami ingin setiap anak memiliki hak yang sama dalam berkarya. Keterbatasan bukanlah penghalang. Rumah Budaya Ratna hadir sebagai wadah dan literasi bagi anak-anak disabilitas,” kata Benny.

Film Rena Asih sendiri merupakan film musikal yang mengisahkan Damar, seorang anak dengan keterbatasan ekonomi yang berusaha membayar SPP sekolah dari uang tabungannya sendiri, sekaligus mewujudkan impiannya membeli jersey Arema.

Sementara itu, film Serdadu Apel Emas menceritakan petualangan lima sahabat dalam misi menyelamatkan pohon apel milik ayah Abimanyu di sebuah bukit, hingga pohon tersebut kembali berbuah.

Martha menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bentuk dedikasi terhadap almarhumah Ratna Indraswari serta pesan penyemangat bagi anak-anak disabilitas.

“Film ini menjadi dedikasi kami kepada karya-karya almarhum Ibu Ratna dan kepada anak-anak disabilitas. Bahwa meskipun kami disabilitas, tuna daksa, tuna grahita, autis, maupun down syndrome, kami tetap bisa berkarya dengan keterbatasan yang kami miliki,” pungkasnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

SLB YPAC Malang Rumah Budaya Ratna Zita Margaretha Siti Masruroh