Seratusan Mahasiswa Gelar Aksi Demo di Kayutangan Malang, Protes Kekerasan Aparat di Tual

23 Februari 2026 20:29 23 Feb 2026 20:29

Thumbnail Seratusan Mahasiswa Gelar Aksi Demo di Kayutangan Malang, Protes Kekerasan Aparat di Tual

Seratusan mahasiswa dari sejumlah kampus di Malang turun ke jalan untuk memprotes kekerasan aparat terhadap anak di bawah umur, di Maluku, Senin, 23 Februari 2026. (Foto: Mutia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Seratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Malang Raya menggelar aksi demonstrasi di kawasan Kayutangan, Kota Malang, Senin sore sekitar pukul 15.00 WIB. Aksi yang digelar di bawah siraman hujan ini merupakan respons mereka atas kasus kekerasan yang melibatkan anggota Brimob di Tual.

Para peserta aksi tampak mengenakan pakaian serba hitam sambil membawa poster dan meneriakkan seruan kritik terhadap pemerintah serta aparat penegak hukum.

Salah satu peserta aksi, Danis, mahasiswa Universitas Brawijaya, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk respons mahasiswa terhadap kasus yang tengah viral di masyarakat.

“Ini seruan dari kami sebagai mahasiswa untuk menanggapi kasus kekerasan oleh aparat penegak hukum,” kata Danis.

“Beberapa mahasiswa dari Universitas Negeri Malang sudah hadir lebih dulu, dan dari Universitas Brawijaya kemungkinan akan menyusul sekitar 100 orang,” ujarnya.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyuarakan kritik terhadap kinerja pemerintah yang dinilai tidak menunjukkan perubahan berarti. Sejumlah peserta membawa tuntutan keadilan bagi korban serta menyerukan solidaritas terhadap kelompok masyarakat yang terdampak kebijakan negara. Teriakan “Hidup korban” pun terdengar bergema di tengah aksi.

Selain itu, mahasiswa menegaskan tuntutan agar pemerintah mengambil langkah tegas dan adil terhadap aparat yang diduga terlibat dalam kasus kekerasan. Mereka menilai penegakan hukum harus dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan ketidakpercayaan publik.

Sementara itu, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menegaskan kemarahannya terhadap ulah Bripda MS, anggota Brimob yang diduga melakukan kekerasan tersebut. Ia menyebut tindakan MS telah menodai marwah institusi Brimob yang seharusnya melindungi masyarakat.

“Saya sudah memerintahkan agar kasus ini diusut tuntas serta memastikan hukuman setimpal bagi pelaku dan menegakkan keadilan bagi keluarga korban,” tegas mantan Kabareskrim Polri itu. (*)

Tombol Google News

Tags:

Demo Mahasiswa Malang Demo Mahasiswa kekerasan aparat Kekerasan Aparat Maluku kapolri Listyo Sigit Prabowo