KETIK, SURABAYA – Setiap bulan Ramadan tiba suasana musik di Indonesia ikut berubah. Lagu-lagu religi yang sebelumnya jarang terdengar kembali diputar di berbagai ruang publik, mulai dari radio, televisi, pusat perbelanjaan, hingga media sosial.
Karya seperti “Ramadhan Tiba” dari Opick atau lagu-lagu religi dari Bimbo hampir selalu hadir setiap tahun dan menjadi bagian dari atmosfer bulan suci. Fenomena ini tidak hanya berkaitan dengan tren musik, tetapi juga memiliki dimensi budaya dan spiritual yang lebih luas.
Dalam kajian musik dan budaya, musik sering berfungsi sebagai penanda momen sosial dan religius. Pakar etnomusikologi Bruno Nettl menjelaskan bahwa musik dalam banyak masyarakat digunakan untuk menandai peristiwa-peristiwa penting, termasuk ritual dan perayaan keagamaan.
Dalam bukunya The Study of Ethnomusicology, Nettl menyebut bahwa musik dapat memperkuat identitas kolektif serta menciptakan suasana emosional yang sesuai dengan konteks budaya tertentu.
Dalam konteks Ramadan, lagu religi berfungsi membangun suasana spiritual yang khas bagi umat Muslim.
Selain faktor budaya, musik juga memiliki pengaruh psikologis terhadap pengalaman religius seseorang.
Psikolog musik John A. Sloboda dari Guildhall School of Music and Drama menjelaskan bahwa musik mampu memicu emosi yang kuat dan membantu seseorang merasakan makna tertentu secara lebih mendalam.
Dalam kajian psikologi musik, melodi dan lirik yang berkaitan dengan nilai spiritual dapat memperkuat pengalaman refleksi diri dan ketenangan batin. Hal inilah yang membuat lagu-lagu religi terasa lebih relevan saat Ramadan, ketika banyak orang sedang menjalani proses spiritual melalui puasa dan ibadah.
Selain itu, unsur nostalgia juga memainkan peran penting. Banyak lagu religi yang kembali diputar setiap Ramadan sebenarnya telah dirilis bertahun-tahun sebelumnya. Namun karena selalu hadir pada momen yang sama setiap tahun, lagu-lagu tersebut akhirnya menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat.
Ketika Ramadan datang, mendengar lagu-lagu tersebut dapat membangkitkan kenangan tentang sahur bersama keluarga, berbuka puasa, atau suasana masjid yang ramai oleh jamaah tarawih.
Dengan demikian, popularitas lagu religi saat Ramadan tidak hanya disebabkan oleh tren musiman. Musik berfungsi sebagai medium budaya, emosional, dan spiritual yang membantu masyarakat merasakan makna Ramadan secara lebih mendalam. (*)
