KETIK, PACITAN – RSUD dr. Darsono Pacitan kembali melakukan peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Kali ini, rumah sakit milik Pemkab Pacitan itu menggelar In House Training Laparoskopi Metode Operasi Wanita (MOW) sebagai langkah memperkuat layanan KB permanen yang aman dan profesional.
Sebanyak 10 tenaga kesehatan yang tergabung dalam tim MOW mengikuti pelatihan intensif tersebut.
Mereka terdiri dari dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dokter umum, perawat, bidan, hingga tim anestesi yang terlibat dalam tindakan operatif bedah minor MOW.
Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Johan Tri Putranto saat membuka In House Training Laparoskopi MOW di RSUD dr. Darsono Pacitan, Sabtu, 14 Februari 2026. (Foto: Dok. RSUD dr. Darsono Pacitan for Ketik.com)
Dalam sambutannya, Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Johan Tri Putranto, menyampaikan bahwa rumah sakit memiliki tanggung jawab memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh, mulai dari promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.
“Pelayanan KB Metode Operasi Wanita atau tubektomi merupakan salah satu layanan preventif yang sangat penting. Prosedur ini adalah metode kontrasepsi permanen yang efektif, namun harus dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten agar aman dan sesuai standar,” ujarnya, Sabtu, 14 Februari 2026.
Ia menjelaskan, tingginya angka unmet need KB serta meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap kontrasepsi jangka panjang permanen menjadi latar belakang digelarnya pelatihan tersebut.
Rumah sakit ingin memastikan setiap tindakan MOW dilakukan dengan standar keselamatan pasien yang ketat.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan layanan KB permanen di Pacitan berjalan aman, berkualitas, dan profesional. Kompetensi tim menjadi kunci,” katanya.
Pelatihan menghadirkan narasumber Sakti Miyono, A.Mk, yang memberikan materi sekaligus membimbing sesi praktik langsung.
Metode yang digunakan tidak hanya ceramah dan diskusi, tetapi juga simulasi hingga praktik tindakan laparoskopi MOW secara terarah.
Sejak registrasi pukul 09.00 WIB, kegiatan berlangsung dinamis.
Setelah pembukaan dan sambutan, peserta langsung mendapatkan penguatan materi teknis, dilanjutkan sesi tanya jawab yang interaktif.
Usai istirahat, suasana berlanjut ke praktik dan simulasi tindakan.
Dari pelatihan ini, peserta diharapkan mampu melakukan konseling MOW secara komprehensif, menjalankan teknik tindakan minilaparotomi maupun laparoskopi sesuai standar operasional, serta sigap menangani kemungkinan komplikasi pasca tindakan.
KB permanen bukan sekadar prosedur medis, tetapi bagian dari upaya mendukung kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Pacitan.
"RSUD dr. Darsono Pacitan tidak ingin setengah-setengah dalam meningkatkan layanan kesehatan reproduksi," ungkapnya.(*)
