KETIK, PACITAN – Aroma khas roti bakar hangat mulai tercium saat melintas di Jalur Lintas Selatan (JLS) Sirnoboyo, Pacitan.
Di pinggir jalan, tepatnya di depan ruko-ruko barat Rumah Sakit Umum Medical Mandiri Pacitan, seorang pemuda generasi Z sibuk membolak-balik roti di atas panggangan.
Dialah Dwi Saka Dharma, pemuda kelahiran 1998 asal Kecamatan Kebonagung yang kini merintis usaha roti bakar sederhana, bernama 'Jaya Rasa'.
Usaha roti bakar tersebut baru berjalan sekitar satu bulan. Saka memulainya awal Januari tahun ini dengan modal pas-pasan, hanya Rp1 juta.
Meski terbilang kecil, keberanian Saka patut dicicipi, sama seperti roti bakar buatannya.
“Ini masih baru, baru jalan satu bulan. Modalnya juga pas-pasan, tapi saya nekat mulai,” kata Saka sambil melayani pembeli, Sabtu, 7 Februari 2026 malam.
Di balik asap panggangan roti, Saka masih berstatus sebagai salesman rokok.
Keinginan untuk mandiri menjadi alasan utama ia membuka usaha sendiri.
"Sebelumnya, saya sudah lama bekerja dengan orang lain, mulai dari pelayan rumah makan di Solo dan Jogja, sales es krim, hingga sekarang menjadi sales rokok," ungkapnya.
Saka memanggang pesanan pembeli di lapak roti bakar Jaya Rasa di Jalur Lintas Selatan (JLS) Sirnoboyo, Pacitan, Sabtu, 7 Februari 2026 malam. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)
Karena masih bekerja sebagai karyawan, Saka membuka lapak roti bakarnya hanua setiap pulang atau libur kerja.
Ia berjualan setiap hari mulai pukul 17.00 WIB hingga 22.00 WIB.
Pilihan jatuh pada roti bakar karena menurutnya makanan ini sederhana, murah, dan disukai banyak orang. Pun modal bisnisnya cukup terjangkau.
“Saya pilih roti bakar karena saya bisa memasaknya. semua kalangan insyaallah juga bisa beli. Lalu, modal bisnisnya, saya juga masih menjangkau,” ujarnya.
Di gerobak roti bakarnya, Saka menawarkan beragam varian rasa. Mulai dari menu klasik seperti coklat pasta, kacang, hingga aneka selai buah.
Bagi pecinta rasa kekinian, tersedia menu premium seperti coklat-keju, choco crunchy, greentea crunchy, hingga kombinasi taburan keju dan kacang.
Semua menu tersedia dalam ukuran besar dan kecil dengan harga bervariasi, mulai dari Rp6.500 hingga Rp23.000.
"Ya roti bakar ini tentu pakai bahan terbaik, variasi menu juga lengkap. Untuk harga juga lebih murah," imbuhnya soal keunggulan.
Tak hanya melayani pembeli di lapak, Saka juga membuka layanan pesan antar untuk wilayah Pacitan.
Selain itu, pesanan partai besar untuk acara maupun kebutuhan tertentu juga siap ia layani.
“Kalau mau order online bisa, lewat kontak pemesanan WhatsApp: +6285172378549. Delivery untuk area se-Pacitan bisa, pesanan banyak juga siap,” ungkapnya.
Saka mengaku sudah lama harus berjuang mandiri semenjak kepergian keluarganya, baik ibu maupun bapak.
Kondisi tersebut justru membuatnya semakin terpacu untuk bekerja keras dan membangun usahanya sendiri dari nol.
"Monggo saget mampir melarisi," pintanya menutup. (*)
