KETIK, PACITAN – Peluang besar didapat Kabupaten Pacitan pada tahun 2026.
Kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) berpeluang naik.
Angkanya tak main-main, diperkirakan mencapai 2.500 unit rumah, seiring digulirkannya program strategis nasional pembangunan tiga juta rumah bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Pacitan, Heru Tunggul menyampaikan bahwa lonjakan kuota BSPS menjadi salah satu efek langsung dari kebijakan nasional di sektor perumahan yang tengah dipacu pemerintah pusat.
"Kuota untuk BSPS tahun 2026 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, ini merupakan tindak lanjut program strategis nasional pembangunan tiga juta rumah bagi masyarakat," kata Heru Tunggul saat dikonfirmasi Ketik.com, Selasa, 10 Februari 2026.
Berdasarkan informasi awal yang diterima Disperkimtan Pacitan, daerah berjuluk Kota 1001 Goa itu diproyeksikan memperoleh sekitar 2.500 unit BSPS.
Namun demikian, jumlah pasti masih menunggu terbitnya surat resmi dari pemerintah pusat.
"Infonya sekitar 2.500 unit, hanya saja surat resminya belum turun," ujarnya.
Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 lalu Pacitan hanya menerima 539 unit BSPS.
Jika proyeksi kuota tahun 2026 benar-benar terealisasi, maka jumlah bantuan perbaikan rumah bagi masyarakat melonjak hampir lima kali lipat.
Data Disperkimtan Pacitan mencatat, hingga kini terdapat sekitar 13 ribu rumah warga yang masuk kategori tidak layak huni dan menjadi sasaran prioritas dalam pengusulan program perumahan ke pemerintah pusat.
Heru berharap peningkatan kuota BSPS ini dapat memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak. Pihaknya pun siap menindaklanjuti secara teknis setelah ada kepastian resmi terkait alokasi BSPS tahun 2026.
"Semoga lebih memprioritaskan program untuk masyarakat dan juga berdampak bagi peningkatan lapangan kerja," pungkasnya.(*)
