KETIK, BATU – Upaya membangkitkan kembali geliat Kawasan Wisata Songgoriti di Kota Batu mulai menunjukkan titik terang. Destinasi yang berada di bawah kepemilikan Pemerintah Kabupaten Malang itu diproyeksikan penataan ulang agar kembali memiliki daya tarik dan menambah nilai ekonomi.
Langkah itu mengemuka dalam audiensi antara Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, dan Perumda Jasa Yasa Kabupaten Malang selaku pengelola aset, yang digelar di Ruang Kerja Wakil Wali Kota, Balai Kota Among Tani, Jumat, 6 Februari 2026.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah perangkat daerah guna membahas skema revitalisasi serta arah pengembangan kawasan ke depan.
Heli menilai, kondisi sejumlah titik di Songgoriti saat ini membutuhkan pembenahan agar kembali memiliki daya tarik dan daya saing. Penataan, kata dia, tidak harus dilakukan sekaligus, melainkan dapat dijalankan secara bertahap dengan perencanaan yang matang.
“Revitalisasi harus segera direalisasikan, terutama pada area-area yang belum tergarap optimal. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kondisi di lapangan, namun tetap berpedoman pada rencana pengembangan yang jelas,” ujarnya, Rabu, 18 Februari 2026.
Ia menambahkan, pembenahan fisik semata tidak cukup tanpa perubahan paradigma pengelolaan. Menurutnya, Songgoriti perlu diarahkan pada konsep yang lebih adaptif terhadap tren pariwisata masa kini.
“Kita perlu mengubah cara pandang dalam mengelola kawasan ini. Pengembangan tidak lagi sebatas wisata konvensional, tetapi juga mengarah pada sport tourism dengan menghadirkan fasilitas olahraga yang representatif,” kata Mas Heli, sapaan akrabnya.
Konsep tersebut dinilai berpotensi memperluas segmentasi pengunjung, tidak hanya wisatawan keluarga, tetapi juga komunitas olahraga dan event berskala regional maupun nasional.
Dengan integrasi antara wisata alam, rekreasi, dan aktivitas olahraga, Songgoriti diharapkan mampu kembali menjadi magnet baru bagi sektor pariwisata sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat sekitar. (*)
