KETIK, BATU – Penguatan pencegahan narkoba berbasis koordinasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat mengantarkan Wali Kota Batu dan Desa Bulukerto meraih penghargaan nasional dari Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI).
Penghargaan tersebut diterima Wali Kota Batu, Nurochman, dalam kegiatan Akselerasi Asta Cita dan Launching Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (Ananda Bersinar) serta Pemberian Penghargaan P4GN di Gedung Balai Budaya, Kompleks Balai Pemuda Surabaya, Jumat, 13 Februari 2026.
Apresiasi diberikan atas inisiatif Pemerintah Kota Batu dalam mengukuhkan BNN Kota Batu sebagai bagian dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Langkah tersebut dinilai strategis untuk memperkuat sinergi dan mempercepat koordinasi dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika (P4GN).
Nurochman menegaskan, penguatan peran BNN dalam struktur Forkopimda menjadi bagian penting dalam mempercepat langkah konkret di lapangan.
“Kami memandang penguatan BNN Kota Batu dalam Forkopimda sebagai langkah penting untuk mempercepat koordinasi dan aksi nyata. Upaya mewujudkan Kota Batu Bersih Narkoba harus dilakukan secara bersama-sama, mulai dari pemerintah hingga masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Batu akan terus mendorong integrasi program edukasi, langkah preventif, serta penguatan regulasi daerah guna mempersempit ruang gerak peredaran narkotika.
Pada kesempatan yang sama, Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, juga menerima penghargaan sebagai Juara I Desa Bersinar Jawa Timur Awards 2025 dari BNN Provinsi Jawa Timur. Penghargaan tersebut diterima Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan.
Suhermawan menjelaskan, Desa Bulukerto ditunjuk sebagai perwakilan Kota Batu dalam program Desa Bersinar sebagai bagian dari implementasi P4GN yang dijabarkan dari tingkat pusat hingga daerah.
“Desa Bulukerto ditetapkan sebagai perwakilan Desa Bersinar atau desa bersih dari narkoba di Kota Batu. Ini menjadi inovasi tematik tahun 2025 yang juga selaras dengan program Asta Cita Presiden,” ujarnya, Senin, 16 Februari 2026.
Ia menyebutkan, strategi yang diterapkan tidak hanya berfokus pada pencegahan dan pemberantasan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Program tersebut meliputi penguatan UMKM batik tulis, pengembangan bonsai yang telah menjadi pionir sejak 1960-an, budidaya lele, hingga sektor pertanian seperti petik buah, sayur, dan bunga.
“Program P4GN di desa kami sudah berjalan dan kami padukan dengan pemberdayaan kelompok UMKM agar berkelanjutan. Harapannya, program ini terus berjalan dan angka penyalahgunaan narkoba semakin menurun, bahkan jika memungkinkan bisa mencapai nol,” pungkasnya. (*)
