KETIK, SIDOARJO – Masa kontrak proyek revitaliasi Alun-Alun Kota Sidoarjo telah berakhir pada 15 Desember 2025. Kontraktor pelaksana PT Samudra Anugrah Indah Permai didenda Rp 24 juta per hari karena terlambat. Bupati Sidoarjo Subandi memperingatkan keras kontraktor tersebut agar menggarap revitalisasi alun-alun sesuai rencana.
”Yang saya terima antara perencanaan dan paparan berbeda dengan yang ada di lapangan. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegas Bupati Subandi setelah rapat internal evaluasi revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo di Opsroom Setda Sidoarjo pada Selasa (16 Desember 2025).
Salah satu yang dipertanyakan adalah pemasangan lampu hias. Di lokasi proyek, lampu penerang Alun-Alun Sidoarjo dianggap tidak sesuai dengan yang diharapkan. Bupati Subandi mengingatkan bahwa lampu alun-alun seharusnya seperti desain lampu kota di kawasan GOR Delta.
Ada hiasan dan ornamen. Lampu-lampu itu harus diganti seperti desain yang direncanakan saat era Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor). Tidak ada toleransi. Desain lampu seperti di GOR itu diharapkan menjadi identitas kota yang konsisten.
”Lampu PJU di Sidoarjo ini seharusnya diseragamkan seperti di GOR Sidoarjo. Tapi, yang terpasang justru berbeda dengan rencana,” ujarnya.
Amphitheater di bawah Monumen Jayandaru telah rampung untuk menjadi tempat berbagai pertunjukan. (Foto: Fathur Roziq/ketik.com)
Bupati Subandi mengingatkan lagi kontraktor pelaksana PT Samudra Anugrah Indah Permai agar menepati batas waktu penyelesaian proye revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo. Masa perpanjangan penyelesaian berakhir pada 26 Desember 2025. Hingga Selasa (16 Desember 2025), progres pengerjaan proyek mencapai 90,013 persen. Deviasi keterlambatan 9,98 persen.
Bupati Subandi menyebut proyek revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo sebagai salah satu program pembangunan yang perlu dievaluasi. Selain itu, ada proyek lahan parkir bertingkat (double deck parking) di RSUD Notopuro Sidoarjo, pembangunan rumah pompa di Desa Kedungpeluk, Candi; dan beberapa proyek pembangunan lainnya.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus melakukan pengawasan ketat agar semua proyek yang dibiayai APBD itu tuntas sesuai dengan spesifikasi dalam perencanaan. Diharapkan, revitalisasi Alun-Alun Sidoarjo segera dirampungkan sehingga fasilitas publik tersebut bisa segera dimanfaatkan masyarakat luas.
Di lokasi proyek, pengerjaan revitalisasi Alun-Alun terus berlangsung. Sebagian pekerja melakukan tugasnya hingga Selasa malam dan Rabu dini hari (17 Desember 2025). Mereka terlihat memasang kayu-kayu untuk alas duduk pengunjung.
Fasilitas untuk pengunjung yang sudah terpasang di Alun-Alun Sidoarjo. (Foto: Fathur Roiq/ketik.com)
Sebagian pekerja lagi mengerahkan ekskavator untuk menyiapkan sisa lokasi yang hendak dipasangi paving, rumput, dan keramik. Hampir semua fasilitas pengujung alun-alun sudah tampak hampir rampung. Lampu di area dalam sudah terpasang dan menyala.
Jogging track yang memutari alun-alun juga telah terpasangi keramik. Amphiteater di depan Monumen Jayandaru pun selesai. Begitu pula mini amphitheater di sisi selatan sudah berdiri megah.
Termasuk, peralatan bermain anak-anak dan fasilitas terapi untuk lansia. Alun-Alun Kota Sidoarjo disiapkan Pemkab Sidoarjo sebagai tempat rekreasi keluarga, tempat bermain anak-anak, olahraga, maupun kreativitas anak-anak muda. (*)
