Respons Eskalasi Konflik di Timur Tengah, PBNU Instruksikan Warga Nahdliyin Galakkan Qunut Nazilah

2 Maret 2026 14:47 2 Mar 2026 14:47

Thumbnail Respons Eskalasi Konflik di Timur Tengah, PBNU Instruksikan Warga Nahdliyin Galakkan Qunut Nazilah

Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (Foto: NU Online)

KETIK, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menginstruksikan kepada warga Nahdliyin di seluruh Indonesia untuk melakukan Qunut Nazilah di setiap meggalakkan Qunut Nazilah di setiap salat fardu, termasuk salat Jumat.

Instruksi tersebut untuk merespons eksalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah pasca serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Surat itu diteken KH Miftchul Akhyar (Rais Aam), KH Ahmad Said Asrori (Katib Aam), KH Yahya Cholil Staquf (Ketum), dan H Saifullah Yusuf (Sekjen).

Surat instruksi bernomor 51/PB.01/A.11.08.47/99/03/2026 ditujukan kepada PWNU, PCNU, Pengurus Cabang Istimewa, pengasuh pondok pesantren di lingkungan RMI NU dan takmir masjid/musala di lingkungan NU se-Indonesia.

"Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dengan ini menginstruksikan kepada seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk menggalakkan kembali pelaksanaan Qunut Nazilah," tulis surat tersebut dikutip, Senin, 2 Maret 2026.

Dalam surat tersebut, PBNU juga menyampaikan pedoman pembacaan Qunut Nazilah  yakni dibaca pada rkaaat terakhir setiap salat fardu, tidak didahului qunut subuh, dan dibaca setelah doa qunut subuh.

Berikut doa Qunut Nazilah sesuai dengan surat instruksi PBNU:

اللّهُمَّ الْعَنِ الْكَفَرَةَ الَّذِيْنَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ، وَيُكَذِّبُوْنَ رُسُلَكَ، وَيُقَاتِلُوْنَ أَوْلِيَاءَكَ. اللّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَيْهِمْ ، وَاجْعَلْ عَلَيْهِمْ رِجْزَكَ وَعَذَابَكَ. اللّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمَاتِهِمْ. اَللَّهُمَّ شَيِّتْ شَمْلَهُمْ، اللَّهُمَّ مَزِّقْ جَمْعَهُمْ اللَّهُمَّ زَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ، وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِي لَا تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
 

Tombol Google News

Tags:

PBNU Amerika Israel Iran qunut nazilah Konflik Timur Tengah