KETIK, JAKARTA – Astra Honda Motor (AHM) mengusung target ambisius dalam menyongsong 55 tahun kiprahnya di industri otomotif Indonesia. Salah satunya dengan menorehkan angka produksi hingga 100 juta unit sepeda motor.
Menurut Executive Vice President AHM, Thomas Wijaya, sejak berdiri tahun 1971, Honda menjadi bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia. Sehingga ia berharap target 100 juta motor bisa tercapai tahun ini.
“Di tahun ini, kalau boleh dikatakan kita memasuki 55 tahun bisnis sepeda motor Honda di Indonesia sejak 1971,” ungkap Thomas Wijaya seperti dilansir Suara.com, jaringan Ketik.com, Kamis, 26 Februari 2026.
“Mudah-mudahan di tahun ini diberkahi bisa mencapai 100 juta unit motor yang telah kita hadirkan untuk konsumen di Indonesia selama 55 tahun,” harapnya.
Sejauh ini, lini produk Honda memang telah menjadi tulang punggung mobilitas jutaan orang di Indonesia, mulai dari pekerja harian hingga sektor korporasi besar. Sehingga, produk AHM tidak bisa dipandang sebagai alat transportasi biasa.
Melalui ekosistem yang melibatkan industri komponen, jaringan diler, serta perusahaan pembiayaan, Honda terus memperkuat dampak positif bagi ekonomi nasional. Termasuk berkontribusi besar pada penyerapan tenaga kerja dan pendapatan negara.
“Motor ini menjadi salah satu sarana penting untuk produktivitas, mobilitas bahkan menumbuhkan pergerakan perekonomian di Indonesia,” lanjut Thomas.
Selama 15 tahun terakhir, AHM secara konsisten menggelontorkan dana besar untuk pengembangan produk, peningkatan fasilitas produksi, hingga penguatan rantai pasok melalui lokalisasi komponen.
Langkah ini merupakan komitmen investasi AHM sekaligus mempertegas posisi Indonesia bukan sekadar pasar konsumsi yang besar, namun juga sebagai basis manufaktur strategis yang menopang kekuatan global Honda.
“Dalam masa 15 tahun ini, investasi yang kita lakukan sudah mencapai puluhan triliun rupiah. Mungkin angkanya tidak bisa saya sebutkan pastinya,” tandas Thomas.(*)
