KETIK, JAKARTA – Karier Brigadir Jenderal (Brigjen) Putu Putera Sadana terus menanjak di kepolisian. Baru-baru ini ia dilantik sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Badan Narkotika Nasional (BNN).
Sebelum diangkat sebagai Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Brigjen Putu Putera Sadana telah menduduki sejumlah jabatan strategis. Termasuk pernah bertugas di Majelis Permusyaratan Rakyat (MPR).
Brigjen Putu Putera Sadana mengawali karier di kepolisian dari Sat Samapta Polres Buleleng, Bali. Ia kemudian dipercaya sebagai sebagai Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Barat hingga akhirnya diangkat sebagai Kapolres Tabanan.
Jabatan sebagai Wakalporesta Bekasi pernah diembannya pada tahun 2016 hingga menjadi dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri.
Kariernya terus menanjak hingga dipercaya sebagai Direktur Direktorat Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua. Brigjen Putu Putera Sadana kemudian diangkat menjadi Kabidkum Polda Metro Jaya.
Brigjen Putu Putera Sadana saat dilantik sebagai Kepala Biro Humas dan Protokol BNN (Foto: Dok. Brigjen Putu)
Dikenal "Nyentrik" dan Dekat dengan Masyarakat
Sosok Brigjen Putu Putera Sadana merupakan jenderal yang dikenal humble dan dekat dengan masyarakat. Ia bahkan tidak segan untuk makan di pecel lele warung kaki lima.
"Itu sudah gaya saya. Enggak ada rencana. Memang hobi dan kebiasaan," kata Putu saat berbincang dengan Ketik.com.
Brigjen Putu juga dikenal sederhana. Mantan Kapolsek Denpasar tersebut suka datang ke Car Free Dat dan membeli kaos di kaki lima atau di pasar pagi. Ia tidak pernah mematok harus membeli barang bermerek.
"Saya pun untuk pakaian tidak pernah mematok harus yang branded, apa yang ada dan nyaman dipakai itu yang saya beli," imbuhnya.
Brigjen Putu juga dikenal sebagai jenderal yang nyentrik. Ia kerap meminta kerok di pinggir jalan kepada tukang kerok keliling setelah melakukan tugas pengamanan di lapangan.
Dalam beberapa kesempatan, Brigjen Putu juga tidak segan untuk berinteraksi dengan anak punk. Ia bahkan membagikan momen tersebut melalui media sosial pribadinya.
"Anak pengamen ini adalah wajah dari ribuan anak-anak lain yang mungkin tidak memiliki akses pendidikan layak, tempat tinggal yang aman atau bahkan makanan yang cukup,” ungkap Brigjen Putu dalam unggahan yang dikutip Ketik.com.
Sering Ditugaskan ke Luar Negeri
Brigjen Putu Putera Sadana sering mendapat penugasan dan pelatihan di luar negeri. Diawali dengan menjadi bagian dari Kontingen GAruda XXIV-12 pada tahun 1998.
Mantan Pamen Bareskrim Polri tersebut juga pernah mendapat pelatihan di FBI Virgina dan Bangkok. Terakhir, ia mendapat pelatihan Counter Child Sex Abused di Tokyo, Jepang pada 2011.
Perwira tinggi asal Bali tersebut juga mendapat sejumlah penghargaan nasional hingga internasional dan tanda jasa. Di antraranya UN Medal, Dancon March (internasional), Satya Lencana (SL) Santi Dharma, SL Kesetiaan 8 tahun, dan SL Kesetiaan 16 tahun (Satya Lencana - Nasional).(*)
