Travel Umrah Tetap Utamakan Keselamatan Jemaah di Tengah Panasnya Situasi Timur Tengah

2 Maret 2026 16:06 2 Mar 2026 16:06

Thumbnail Travel Umrah Tetap Utamakan Keselamatan Jemaah di Tengah Panasnya Situasi Timur Tengah

Ilustrasi - Para Calon Jemaah Haji ketika berada di Asrama Haji Surabaya. (Foto: Fitra/Ketik com)

KETIK, SURABAYA – Travel umrah di Surabaya berusaha tetap mengutamakan keselamatan para jemaah yang hendak menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi, di tengah panasnya situasi Timur Tengah.

Assistant Director Shafira Tour & Travel, Rifqi Triharjo, mengatakan pihaknya memahami situasi terkini di Timur Tengah yang memanas akibat perang Israel dan Amerika Serikat melawan Iran, sehingga menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

"Untuk saat ini penerbangan direct Garuda dan Saudi Airlines masih berjalan normal dan belum ada travel warning resmi. Karena itu secara operasional keberangkatan masih sesuai jadwal," katanya saat dihubungi Ketik.com pada Senin, 2 Maret 2026.

Namun pihaknya tetap memberikan layanan terhadap jemaah, apabila ingin menunda penerbangan ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umrah di sana. 

"Kami sedang mendata permohonan penundaan sambil berkoordinasi dengan pihak airlines, hotel, visa dan pihak terkait lainnya, terkait ketentuan force majeure agar semuanya jelas dan tidak merugikan jemaah," lanjutnya.

Rifqi melanjutkan, untuk penerbangan tanggal 20 Maret 2026 ke atas, pihaknya terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Update lanjutan akan kami sampaikan sambil melihat kondisi terbaru. Mohon doanya semoga semuanya tetap kondusif dan diberikan kelancaran untuk seluruh jemaah," harapnya.

Shafira, kata Rifqi, tetap menerima saran dari Kementerian Luar Negeri di mana saat ini belum ada travel warning resmi yang mengikat, penerbangan langsung Garuda dan Saudi Airlines masih beroperasi normal.

"Belum ada pembatalan resmi dari maskapai. Shafira sedang koordinasi dengan airlines, hotel, visa dan pihak lainnya. Kami tidak menggunakan istilah aman 100% dalam situasi global seperti ini. Yang bisa kami pastikan, sampai hari ini penerbangan masih berjalan dan belum ada pembatalan resmi," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, perang terjadi di Timur Tengah yang diawali Amerika Serikat dan Israel. Kedua negara ini menembakkan roket ke Iran pada Sabtu 28 Februari 2026 di tengah kebuntuan negosiasi nuklir yang dikembangkan negara Persia itu.

Iran lalu membalasnya dengan menyerang negara-negara sekutu Amerika Serikat yang berada di kawasan teluk. Panggilan militer Negeri Paman Sam itu dihancurkan Iran lewat roket dan drone. (*)

Tombol Google News

Tags:

Travel Umrah Shafira travel Shafira Timur Tengah perang Timur tengah Amerika Serikat Israel Iran