KETIK, HALMAHERA SELATAN – Aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, berlangsung dalam pola yang tak biasa.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu 25 Maret 2026, Pasar Tako Siang yang berlokasi di Suwering, Desa Akegual, mulai beroperasi sejak dini hari, tepatnya pukul 03.00 WIT hingga sekitar pukul 06.30 WIT.
Pasar ini tidak beroperasi setiap hari. Pantauan menunjukkan, Pasar Tako Siang hanya berlangsung dua kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu dan Sabtu. Dalam dua hari itu, pasar menjadi titik temu utama aktivitas jual beli warga.
Dalam rentang waktu singkat tersebut, pasar terlihat hidup. Pedagang dan pembeli berinteraksi di tengah suasana yang masih gelap. Namun selepas pukul 06.30 WIT, aktivitas mendadak berhenti. Pasar yang oleh warga dikenal sebagai Pasar Takut Siang itu seketika lengang, seolah hanya hidup dalam fase subuh menuju pagi.
Mayoritas pedagang merupakan ibu-ibu yang menjajakan sayur mayur dan ikan hasil kebun serta tangkapan sendiri. Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi berjualan yang masih sangat sederhana.
Suasana pagi para pengunjung mulai berkurang. (Foto: Riman/Ketik.com)
Para pedagang menggelar dagangan di atas tanah, hanya beralaskan karung bekas. Hasil jualan pun diletakkan di atas karung yang sama agar tidak langsung bersentuhan dengan tanah.
Keterbatasan fasilitas menjadi persoalan utama. Tidak adanya penerangan membuat aktivitas jual beli berlangsung dalam kondisi gelap gulita. Para pedagang hanya mengandalkan senter pribadi sebagai sumber cahaya.
“Biasanya kami datang masih gelap, jadi masing-masing bawa senter untuk melihat jualan,” ungkap Wa Nona salah satu pedagang ketika dikonfirmasi.
Situasi ini memperlihatkan bagaimana aktivitas ekonomi tetap berjalan meski dengan sarana yang minim. Di tengah keterbatasan tersebut, para pedagang berharap adanya perhatian dari Pemerintah.
“Kami memohon kepada Pemerintah Desa Akegula, Kecamatan Obi, dan Kabupaten Halmahera Selatan agar bisa memasang lampu penerangan di sekitar pasar Tako Siang,” harap Wa Nona.
Di lain sisi Pasar Tako Siang menjadi gambaran nyata denyut ekonomi masyarakat desa yang bertahan dalam kondisi terbatas.
Dari hasil pantauan tersebut, terlihat bahwa pasar tradisional ini memiliki peran penting sebagai ruang distribusi hasil kebun dan tangkapan laut warga, meski hanya beroperasi terbatas dalam sepekan.
