KETIK, YOGYAKARTA – Di bawah temaram lampu selasar RSUP dr Sardjito, Yogyakarta, wajah-wajah lelah para penunggu pasien mendadak cerah. Di penghujung Februari lalu, tepatnya pada Sabtu, 28 Februari 2026, sebuah gerakan kemanusiaan singgah di Masjid Asy-Syifa RSUP Dr Sardjito.
Komunitas Sejoli (Sedekah Joging Kuliner-Sedekah Ojo Lali) bersama Ketik.com Biro DIY dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Bina Insan Mandiri (BIMa) Sedayu datang membawa lebih dari sekadar nasi kotak; mereka membawa pesan bahwa para pejuang di rumah sakit ini tidak sendirian.
Kegiatan ini menjadi pembuka yang manis di awal Ramadan. Komunitas Sejoli mengungkapkan rasa syukur karena dapat menginisiasi aksi berbagi mingguan yang secara spesifik menyasar mereka yang setia mendampingi anggota keluarga di rumah sakit. Para penunggu pasien, yang sering kali beristirahat di kursi tunggu atau sudut-sudut masjid, menjadi prioritas utama. Ratusan paket nasi kotak tersebut diserahkan melalui takmir Masjid Asy-Syifa untuk dibagikan saat waktu berbuka tiba, menciptakan momen kebersamaan yang syahdu di tengah suasana medis yang kaku.
Penyerahan ratusan paket nasi kotak hasil kolaborasi Komunitas Sejoli, Ketik.com, dan LKS BIMa pada Takmir Masjid Masjid Asy-Syifa RSUP Dr Sardjito. Hingga Kamis 5 Maret 2026, gerakan ini terus bergerak menyisir selasar rumah sakit hingga pemukiman warga untuk memastikan kebahagiaan berbuka puasa dirasakan oleh semua. (Foto: Ulan for Ketik.com)
Hingga memasuki hari keenam belas Ramadan 1447 H, Kamis, 5 Maret 2026, denyut kebaikan ini rupanya belum melambat. Ustadz Agus Darmanto dari LKS BIMa menjelaskan bahwa aksi sosial ini merupakan bagian dari rantai kepedulian yang lebih besar.
Menurut Agus, hingga hari ini panti asuhan yang berbasis di Sedayu tersebut telah menyalurkan sedikitnya 1.125 boks paket iftar. Tidak hanya berhenti di koridor rumah sakit, tim relawan menyisir jalanan dan gang-gang sempit untuk menjangkau keluarga disabilitas serta lansia yang membutuhkan dukungan nutrisi selama bulan puasa.
Ustadz Agus menekankan bahwa kekuatan gerakan ini terletak pada ekosistem kolaborasi yang solid. Kehadiran relawan yang tangguh, sokongan publikasi dari media online Ketik, serta kepercayaan para donatur menjadi bahan bakar utama yang memastikan dapur umum mereka tetap mengepul. Ia menyebut bahwa program ini bersifat berkelanjutan, di mana bantuan tidak hanya diberikan secara kolektif di satu titik, tetapi juga diantarkan langsung ke pintu-pintu rumah penerima manfaat agar lebih tepat sasaran.
Bagi Ustadz Agus dan rekan-rekan di LKS BIMa, setiap paket makanan yang tersalurkan adalah simbol kekuatan bagi mereka yang sedang diuji. Harapannya, gerakan ini mampu memantik kebahagiaan kecil namun bermakna bagi semua pihak yang terlibat, baik pemberi maupun penerima.
Bagi masyarakat yang tergerak untuk ikut mengulurkan tangan dalam estafet kebaikan ini, pintu kolaborasi masih terbuka lebar di markas Panti Asuhan Bina Insan Mandiri yang berlokasi di Griya Kencana Permai Blok G1/ 5a, Jalan Wates Km. 10, Sedayu, Bantul. (*)
