Milad ke-83 UII: Dari Bedah Rumah hingga Sinergi Pengentasan Kemiskinan di Sleman

7 Maret 2026 08:30 7 Mar 2026 08:30

Thumbnail Milad ke-83 UII: Dari Bedah Rumah hingga Sinergi Pengentasan Kemiskinan di Sleman

Bupati Sleman Harda Kiswaya dan Rektor UII Prof Fathul Wahid mengawali pembangunan rumah warga dalam program Bedah Rumah di Kapanewon Ngemplak. Tak hanya rumah, 200 paket sembako juga dibagikan untuk warga sekitar. Bukti bahwa kolaborasi kampus dan pemerintah daerah bisa membawa dampak langsung bagi kesejahteraan warga. (Foto: Prokopim Sleman for Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Perayaan hari lahir (milad) Universitas Islam Indonesia (UII) ke-83 tahun ini tidak dirayakan dengan kemewahan seremoni di dalam ruang auditorium. Kampus nasional tertua di Indonesia ini memilih "turun gunung" ke Kapanewon Ngemplak, Sleman, untuk melakukan aksi nyata: membedah rumah warga dan membagikan ratusan paket pangan pada Kamis, 5 Maret 2026.

Kegiatan yang berpusat di Padukuhan Ngaliyan, Widodomartani ini dihadiri langsung oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya dan Rektor UII Prof Fathul Wahid. Kehadiran keduanya menandai kolaborasi strategis antara akademisi dan eksekutif dalam menangani isu kesejahteraan sosial di akar rumput.

Sentuhan untuk Rumah Andi Prastowo

Fokus utama aksi sosial ini tertuju pada kediaman Andi Prastowo. Rumah warga Ngaliyan tersebut terpilih menjadi sasaran program bedah rumah. Secara simbolis, peletakan batu pertama dilakukan oleh Bupati Harda dan Rektor Fathul Wahid sebagai tanda dimulainya renovasi total.
Dana stimulan sebesar Rp60 juta dikucurkan untuk proyek ini. Menariknya, anggaran tersebut merupakan donasi personal dari Ir. Novel Arsyad yang disalurkan melalui lembaga zakat milik UII.

"Bantuan ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi membawa semangat empowerment (pemberdayaan). Kami ingin penerima manfaat bisa lebih mandiri dan berdaya di masa depan," ujar Prof Fathul Wahid.

Selain bedah rumah, UII juga mendistribusikan 200 paket sembako yang disebar untuk warga di lima desa di wilayah Kapanewon Ngemplak. Sumber dananya berasal dari kumpulan zakat serta infak para dosen dan tenaga kependidikan UII.

Menagih Peran Kampus di Luar Ruang Kuliah

Bupati Sleman Harda Kiswaya mengapresiasi langkah UII yang tidak menjadikan milad sebagai kegiatan internal semata. Bagi Harda, keterlibatan perguruan tinggi sangat krusial untuk mengejar target pengentasan kemiskinan dan perbaikan kualitas hunian di wilayahnya.

"Pembangunan daerah akan berjalan ideal jika ada peran aktif lembaga pendidikan. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk sinergi agar dampak yang dirasakan warga bisa berkelanjutan," tegas Harda.

Senada dengan Bupati Sleman, Prof Fathul Wahid berharap aksi ini mempererat tali silaturahmi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah. Baginya, kampus tidak boleh menjadi "menara gading" yang terputus dari realitas sosial di sekitarnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Milad UII ke-83 Universitas Islam Indonesia Pemkab Sleman Harda Kiswaya Fathul Wahid Bedah rumah bakti sosial Kapanewon Ngemplak Pengentasan kemiskinan Berita Sleman Filantropi Islam Zakat UII Widodomartani