KETIK, SLEMAN – Suasana bulan suci Ramadan 1447 H 2026 Masehi mulai terasa di Kabupaten, Sleman. Lapangan Denggung, yang kerap menjadi pusat kegiatan masyarakat, kini disulap menjadi kawasan pasar malam yang menawarkan nuansa berbeda dari gelaran pasar malam pada umumnya.
Mengusung konsep ramah keluarga dan kental dengan nuansa religius, kegiatan ini berlangsung selama 15 hari, mulai tanggal 7 hingga 21 Februari 2026.
Penyelenggara acara, Maryadi, dalam keterangannya menuturkan bahwa pasar malam ini dirancang khusus untuk memfasilitasi kebutuhan warga Sleman menjelang Ramadan, sekaligus memberikan alternatif hiburan yang positif.
"Kami ingin menghadirkan suasana berbeda. Di sini, pengunjung tidak hanya berbelanja atau bermain, tapi juga diajak merasakan atmosfer Ramadan yang tenang dan syahdu," ujar Maryadi, Rabu malam 18 Februari 2026.
Ia juga meyakinkan alunan suara yang di timbulkan tidak menganggu kekhusukan masyarakat dalam menjalanlan ibadah. "Pasti itu, saat azan kita off musik," bebernya.
Aura Religius di Tengah Keramaian
Salah satu keunikan yang ditonjolkan dalam gelaran ini adalah alunan musik yang mengiringi pengunjung.
Berbeda dengan pasar malam konvensional yang kerap bising dengan musik populer, pasar malam di Denggung justru menyuguhkan alunan musik rohani, musik kasidah, selawatan, hingga rekaman pengajian yang menyejukkan telinga.
Hal ini diakui oleh Siti Aminah (34), salah seorang warga Sleman yang datang memboyong keluarganya. Ia merasa lebih nyaman membawa anak-anaknya ke pasar malam kali ini.
"Biasanya pasar malam itu musiknya kencang sekali dan kadang kurang cocok untuk anak-anak. Di sini beda, ada alunan sholawat dan pengajian. Sambil momong anak main, hati juga jadi tenang. Jajanannya pun tenang karena semuanya dijamin halal," kata Siti sambil menemani anaknya di wahana permainan.
Selain suasana audio yang menenangkan, fokus utama acara ini memang penyediaan wahana permainan yang aman dan ramah bagi anak-anak.
Di sisi kuliner, penyelenggara memastikan seluruh jajanan dan makanan yang dijual terjamin kehalalannya, sesuai dengan semangat menyambut bulan suci. Aneka ragam kuliner khas pasar malam berpadu dengan menu takjil tradisional tersedia di stan-stan yang berjejer rapi.
Dukungan Pemerintah dan Ekonomi Lokal
Pihak penyelenggara menyampaikan apresiasi tinggi kepada pemerintah setempat, khususnya Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman, yang telah memberikan izin pemanfaatan lahan publik tersebut.
"Kami sangat berterima kasih kepada BKAD Sleman yang telah memberi kesempatan. Dukungan ini sangat berarti untuk kelancaran acara dan pemberdayaan pelaku UMKM lokal," tutur Maryadi.
Menurutnya, Pemkab Sleman perlu terus mengapresiasi kegiatan semacam ini karena mampu menggerakkan ekonomi mikro sekaligus menjaga nilai-nilai religi di masyarakat.
Pasar malam ini diharapkan dapat menjadi alternatif hiburan yang edukatif dan menenangkan bagi warga Sleman hingga penutupannya pada 21 Februari mendatang. (*)
