Mengenal Gedung Siola, Bangunan Kolonial Ikonik di Jantung Kota Surabaya

4 Februari 2026 20:00 4 Feb 2026 20:00

Thumbnail Mengenal Gedung Siola, Bangunan Kolonial Ikonik di Jantung Kota Surabaya

Potret Gedung Siola yang terletak di pusat kota Surabaya. (Foto: Website resmi Mal Pelayanan Publik / MPP)

KETIK, SURABAYA – Kota Surabaya terkenal dengan sejarah serta bangunan bangunan berarsitektur khas jaman kolonial yang masih melekat. Pada tahun 1877 tepatnya di Jalan Tunjungan Nomor 1 Surabaya, berdiri sebuah bangunan menjadi salah satu ikon kota pahlawan.

Bangunan ini dulunya adalah sebuah toserba milik Inggris bernama Whiteaway Laidlaw atau yang kini dikenal sebagai gedung Siola. Gedung ini dulunya didirikan oleh Robert Laidlaw, yaitu seorang pengusaha asal Inggris.

Dulunya bangunan ini menjual berbagai produk yang diimpor dari Eropa dan Inggris yang pada akhirnya menjadi tempat berbelanja para kalangan elite. Setelah Indonesia merdeka, aset-aset peninggalan Belanda, termasuk gedung tersebut, dinasionalisasi dan resmi menjadi milik Pemerintah Kota Surabaya.

Pada tahun 1960, gedung ini berganti nama menjadi Siola. Nama tersebut merupakan singkatan dari lima pengusaha lokal, yakni Soemitro, Ing Wibisono, Ong, Liem, dan Ang, tertarik mengelola gedung tersebut dan mengembalikan fungsinya sebagai pusat perdagangan.

Kelima pengusaha itu kemudian merenovasi gedung dan menjadikannya pusat grosir yang populer di kalangan masyarakat Surabaya selama hampir 28 tahun.

Gedung Siola dikenal memiliki arsitektur yang kokoh dengan kubah khas di bagian atas bangunan. Kubah tersebut menjadi ciri khas seluruh cabang toko milik Robert Laidlaw di Asia.

Pada masanya, Gedung Siola bahkan disebut sebagai salah satu bangunan dengan pondasi paling kuat dibandingkan gedung lain di Surabaya.

Namun, perjalanan Gedung Siola tidak lepas dari catatan sejarah perjuangan bangsa. Pada masa revolusi kemerdekaan, gedung ini pernah digunakan para pejuang Indonesia sebagai lokasi pertahanan untuk meredam serangan pasukan Sekutu.

Pertempuran yang terjadi meninggalkan kisah heroisme, salah satunya tentang seorang pemuda bernama Madun yang gugur dalam pertempuran di gedung tersebut. Kisah kepahlawanannya kini diabadikan melalui sebuah patung yang berada di area Gedung Siola.

Saat ini, Gedung Siola difungsikan sebagai kantor pemerintahan, Mal Pelayanan Publik Kota Surabaya, galeri UMKM, museum, serta ruang pertemuan. Bangunan bersejarah ini tetap menjadi salah satu ikon Kota Surabaya yang menyimpan nilai sejarah, arsitektur, dan perjuangan bangsa. (*)

Tombol Google News

Tags:

siola surabaya sejarah Gedung Kolonial Pengetahuan Cagar Budaya Tunjungan