Pop Mason 52, Tempat Ngeteh Estetik di Bekas Gedung Freemason Malang

20 Januari 2026 10:33 20 Jan 2026 10:33

Thumbnail Pop Mason 52, Tempat Ngeteh Estetik di Bekas Gedung Freemason Malang

Bangunan Klasik arsitektur peninggalan kolonial Belanda di Pop Mason 52 Klojen Kota Malang. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Kota Malang memang tak pernah kehabisan cara untuk memanjakan para pencinta kuliner. Salah satu spot yang belakangan mencuri perhatian adalah Pop Mason 52, sebuah tea house unik yang menempati gedung bersejarah di kawasan Klojen.

Tak hanya menyajikan aneka varian teh sebagai minuman, Pop Mason 52 juga menawarkan beragam olahan makanan berbahan teh. Memberikan pengalaman baru bagi penikmat kuliner di tengah nuansa heritage.

Berlokasi di Jalan Aries Munandar No. 52, Sukoharjo, gedung bergaya kolonial Belanda ini punya cerita panjang. Bangunan megah ini dulunya merupakan markas komunitas Freemason di zaman penjajahan. Seiring waktu, fungsinya terus berganti, mulai dari kantor administrasi, Vihara, hingga sempat menjadi perpustakaan.

Foto Bagian kafe yang estetik di Pop Mason 52 Malang. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Bagian kafe yang estetik di Pop Mason 52 Malang. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Baru pada tahun 2023, gedung ini bertransformasi menjadi "rumah" bagi para penikmat teh. Sang pemilik menyulap interiornya menjadi ruang yang nyaman tanpa menghilangkan karakter asli bangunan. Tak heran jika pengunjung yang datang tak hanya mengincar menu tehnya, tapi juga berburu foto estetik di setiap sudut gedung yang ikonik ini.

Pop Mason 52 menawarkan lebih dari 30 varian teh. Mulai Teh China, Teh Jepang, Teh Indonesia, Tea Blend, dan herbal. 

Uniknya, Pop Mason 52 juga berinovasi menggunakan bubuk teh ke dalam menu makanan mereka. Salah satu yang paling unik adalah menu Viet Pho, di mana bubuk teh dicampurkan ke dalam kuah kaldu mie untuk menciptakan cita rasa aromatik yang beda dari biasanya.

Bagi kamu yang gemar belanja, di sini juga tersedia berbagai merchandise menarik, mulai dari pakaian hingga pernak-pernik lucu yang sulit untuk dilewatkan.

Pop Mason 52 juga memosisikan diri sebagai ruang publik yang inklusif. Lantai dua gedung ini sering kali menjadi tempat diskusi-diskusi hangat mahasiswa, mulai dari bedah buku, journal club, hingga pameran seni.

"Lantai 2 dan cafe ini kita sewakan khusus untuk mahasiswa, biasanya digunakan untuk acara-acara kegiatan kemahasiswaan seperti bedah buku, diskusi, paling banyak lantai atas untuk pameran seni dan bedah buku," ungkap Anastasya, salah satu staf di Pop Mason 52.

Foto Beberapa varian teh di house tea Pop Mason 52 Malang. (Foto: Aliyah/Ketik.com)Beberapa varian teh di house tea Pop Mason 52 Malang. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

Pop Mason 52 buka setiap hari. Sabtu – Kamis 11.00 – 20.00 WIB, dan Jumat pukul 12.00 – 21.00 WIB.

Soal harga, masih cukup ramah di kantong untuk ukuran tempat se-estetik ini. Minuman dibanderol mulai dari Rp20 ribuan, sementara menu makanannya mulai dari Rp30 ribuan.

"Harapannya semoga bisa berjalan dengan lancar, kebanyakan customer tujuannya bukan cuman untuk menikmati teh tapi juga tertarik dengan bangunan ini," ucap Anastasya.

Jadi, kalau kamu sedang berada di Malang dan ingin merasakan sensasi menikmati teh sembari meresapi jejak sejarah kolonial, Pop Mason 52 adalah tujuan yang tepat. (*)

Tombol Google News

Tags:

Pop Mason 52 Kedai teh Kuliner Malang Kota Malang Tea house teh Freemason Freemason malang Malang