Polres Bojonegoro Imbau Masyarakat Berbelanja Secara Bijak, Jamin Ketersediaan Kebutuhan Pokok

18 Februari 2026 09:40 18 Feb 2026 09:40

Thumbnail Polres Bojonegoro Imbau Masyarakat Berbelanja Secara Bijak, Jamin Ketersediaan Kebutuhan Pokok

Polisi dipimpin Kanit Pidsus Polres Bojonegoro Ipda A. Zaeman bersama DKPP, Bapenas, Disperindagko dan Perum Bulog Bojonegoro saat mengecek harga sembako di pasar kota. (Foto: Humas Polres Bojonegoro)

KETIK, BOJONEGORO – Polisi meminta masyarakat Bojonegoro agar berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Ia juga meminta masyarakat tidak mudah terpengaruh isu kelangkaan atau kenaikan harga yang belum tentu benar.

Kanit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polres Bojonegoro, Ipda A. Zaenan Na’im, memastikan stok aman dan harga masih terkendali. Polisi juga siap menindaklanjuti laporan apabila ditemukan indikasi penimbunan atau lonjakan harga yang tidak wajar di lapangan.

Dengan langkah pengawasan intensif ini, aparat berharap masyarakat Bojonegoro dapat menjalani Ramadan 2026 dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pokok.

"Menjelang bulan Ramadan 2026, kita dari jajaran kepolisian bersama sejumlah instansi sudah melakukan pemantauan langsung terhadap ketersediaan dan harga bahan pokok di Kabupaten Bojonegoro," tutur Zaenan kepada Ketik, Rabu, 18 Februari 2026. 

Ia menjelaskan, tim gabungan turun ke lapangan pada Minggu, 15 Februari 2026 untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat yang biasanya terjadi menjelang bulan puasa.

“Kami bersama Badan Pangan Nasional, Disperindagkop, Perum Bulog, dan DKPP melakukan pengecekan langsung agar distribusi lancar dan tidak terjadi kenaikan harga yang signifikan,” ujarnya.

Na’im menyebut tim menyasar Pasar Kota Bojonegoro, Bravo Swalayan, serta gudang Bulog Kabupaten Bojonegoro. Petugas memeriksa harga jual di pasar tradisional dan ritel modern, sekaligus memastikan ketersediaan stok di gudang penyimpanan.

Dari hasil pantauan di Pasar Kota Bojonegoro, harga beras premium tercatat Rp14.900 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, dan beras SPHP Rp12.000 per kilogram. Harga gula berada di angka Rp16.500 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp19.000 per kilogram, serta Minyakita Rp15.700 per kilogram.

Untuk komoditas hewani, daging sapi dijual Rp115.000 per kilogram, daging ayam Rp40.000 per kilogram, dan telur ayam Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit mencapai Rp95.000 per kilogram, cabai merah Rp40.000 per kilogram, cabai keriting Rp35.000 per kilogram, serta bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp35.000 per kilogram.

Di Bravo Swalayan, harga beras premium, medium, dan SPHP relatif sama dengan pasar tradisional. Perbedaan tercatat pada harga gula yang dijual Rp17.500 per kilogram.

Na’im juga memaparkan hasil pengecekan di gudang Bulog Bojonegoro. Stok beras tercatat sebanyak 6.200 ton. Selain itu, tersedia Minyakita sebanyak 250 karton dan gula Maniskita sekitar 10 ton.

“Secara keseluruhan, ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Bojonegoro dalam kondisi mencukupi dan harga relatif stabil tanpa kenaikan signifikan menjelang Ramadan 2026. Pemantauan dan pengawasan akan terus dilakukan hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ucap Na’im.

Ia menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga hingga Lebaran. (*)

Tombol Google News

Tags:

Polisi Sidak Harga sembako #pasar kota Bojonegoro