Kelompok Tani Desa Luwihaji-Ngraho Praktik Membuat Dekomposer, Langkah Nyata Jaga Kesuburan Tanah

15 Februari 2026 14:16 15 Feb 2026 14:16

Thumbnail Kelompok Tani Desa Luwihaji-Ngraho Praktik Membuat Dekomposer, Langkah Nyata Jaga Kesuburan Tanah

Gapoktan berdiskusi dengan PPl DKPP Bojonegoro, Moch Minan (kaos hijau) (Foto: Sukiman/Ketik.com)

KETIK, BOJONEGORO – Dalam upaya meningkatkan efisiensi pertanian dan menjaga kesehatan tanah, kelompok tani Setyo Budi Utomo Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, melakukan praktik pembuatan dekomposer secara mandiri.

Kegiatan ini didampingi langsung oleh petugas lapangan dari Pendamping Pengukuhan Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro untuk memastikan proses fermentasi berjalan optimal.

Moch. Minan, PPL DKPP Bojonegoro mengatakan bahwa dekomposer cair yang dibuat oleh petani ini berfungsi untuk mempercepat penguraian sisa-sisa organik, seperti jerami padi di lahan, agar lebih cepat menjadi unsur hara yang siap diserap tanaman.

Langkah ini dinilai strategis dalam memutus siklus hama dan penyakit yang seringkali bersembunyi di sisa tanaman musim sebelumnya.

Ia menjelaskan, pemanfaatan dekomposer mandiri ini memberikan beberapa keuntungan bagi petani setempat. Seperti efisiensi biaya, pernaikan struktur tanah, hingga percepatan jadwal tanam.

"Pembuatan dekomposer ini adalah kunci agar petani tidak lagi membakar jerami. Dengan mengembalikan bahan organik ke tanah melalui bantuan mikroba, kita sebenarnya sedang menabung kesuburan untuk masa depan," ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para petani di Kecamatan Ngraho dapat secara konsisten menerapkan teknologi hayati guna mendukung ketahanan pangan nasional yang dimulai dari pengelolaan lahan yang sehat di tingkat desa.(*)

Tombol Google News

Tags:

Gapoktan #Setyo Budi Utomo #Luwihhaji #Ngraho Bojonegoro