Pemkab Sidoarjo Berikan Layanan Kesehatan Bermartabat demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Sekda Fenny Apridawati: Tanpa Kolaborasi, Sulit Tekan AKI dan ABI

11 April 2026 05:48 11 Apr 2026 05:48

Fathur Roziq

Editor
Thumbnail Pemkab Sidoarjo Berikan Layanan Kesehatan Bermartabat demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo dr Fenny Apridawati (tengah) bersama para stakeholders bidang kesehatan menyepakati komitmen untuk meningkatkan layanan kesehatan terbaik bagi ibu. (Foto: Martha/Kominfo Sidoarjo)

KETIK, SIDOARJO – Perempuan merupakan figur yang terhormat bagi kemanusiaan. Diperlukan pelayanan kesehatan yang menghormati hak asasi, martabat, dan kebutuhan individu bagi mereka selama masa kehamilan, persalinan, dan pasca persalinan. Pemkab Sidoarjo berkomitmen terus meningkatkan kesadaran penerapan Respectful Maternity and Newborn Care (RMNC).

Pada Jumat (10 April 2026), Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo Fenny Apridawati menandatangani komitmen bersama penanggulangan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Komitmen untuk terus meningkatkan layanan kesehatan bagi ibu dan bayi dilakukan dengan kolaborasi lintas sektor.

”Tanpa kolaborasi ini, angka kematian ibu dan bayi sulit untuk ditekan,” kata Sekda Fenny yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo Subandi di Hotel Aston Sidoarjo.

Dia menyatakan apresiasinya atas dukungan berbagai pihak demi menyukseskan komitmen tersebut. Sebab, kolaborasi lintas sektor ini merupakan kunci utama untuk menekan AKI dan AKB. Keduanya masih menjadi tantangan dalam pembangunan kesehatan. AKI dan AKB masih menjadi indikator penting dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

”Meskipun terdapat wacana perubahan indikator ke arah stunting, fokus terhadap keselamatan ibu dan bayi tetap menjadi prioritas,” terang Sekda Fenny yang juga alumni S-3 Prodi Doktor Universitas Airlangga tersebut.

Sekda Fenny menekankan pentingnya sistem pelaporan yang tepat waktu dan terukur. Itu sangat penting untuk menentukan langkah yang cepat dan tepat dari pemerintah. Sistem pelaporan Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) kini telah berjalan secara online.

”Pelaporan yang tepat waktu sangat menentukan kualitas intervensi yang dilakukan pemerintah,” tegas Sekda Fenny.

Untuk meningkatkan komitmen dan dukungan bersama penurunan AKI, AKB, dan stunting, Pemkab Sidoarjo menjalankan program 1 puskesmas 1 Obgyn (1P1O), pendampingan layanan kesehatan, peningkatan pemanfaatan buku KIA dalam pelayanan antenatal care (ANC) dan keluarga berencana (KB), serta penguatan program Sido Simpati (Spesialis dan Profesi Sidoarjo Siap Mendampingi Ibu Anak Terlindungi). Selain itu, rumah sakit didorong menyediakan rumah singgah bagi ibu hamil risiko tinggi.

”Harapan kami, angka kematian ibu dan bayi bisa terus ditekan hingga mendekati nol,” tegasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dr Lakshmie Herawati Yuwantina menambahkan, kesehatan ibu dan anak merupakan pilar utama pembangunan bangsa. Secara nasional, tren AKI dan AKB menunjukkan penurunan. Namun, kondisi di Kabupaten Sidoarjo masih memerlukan perhatian serius.

”Angka kematian bayi di Sidoarjo masih tergolong tinggi meskipun berada di bawah angka nasional. Begitu juga dengan stunting. Pada tahun lalu mengalami kenaikan dari 8,4 persen menjadi 10,6 persen. Meskipun, masih lebih rendah dibandingkan angka nasional,” kata dr Lhaksmie.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang harus segera ditangani. Perlu langkah konkret dan kolaboratif. Salah satunya, keterlibatan organisasi profesi seperti POGI, IDAI, dan IBI, serta NGO Yayasan Project HOPE.

Acara di Hotel Aston Sidoarjo itu dihadiri pula oleh Ketua POGI Cabang Surabaya Komisariat Sidoarjo dr Setya Budi Pamungkas SpOG, Ketua IDAI Jatim II Sidoarjo drMuhammad Nasirudin, Ketua IBI Cabang Sidoarjo Sri Mei Winardiati SST Bd, Project Coordinator Program HER WAY yang diusung oleh Yayasan Project HOPE Flora Theodora Parapat, dr Muhammad Ardian CL, SpOG, para kepala puskesmas, dokter obgyn, serta dokter pediatrik se-Kabupaten Sidoarjo. (*)

Tombol Google News

Tags:

Angka Kematian Ibu Angka Kematian Bayi Sekda Fenny Apridawati Pemkab Sidoarjo Dinas Kesehatan Sidoarjo Layanan Layanan RMNC Bupati Subandi Universitas Airlangga