KETIK, SITUBONDO – Festival Bonsai Nusantara Bupati Situbondo Cup 1 resmi digelar di Alun-Alun Situbondo, Jumat, 10 April 2026. Ajang ini dibuka langsung oleh Presiden Rumah Bonsai Indonesia (RUBI), Prof Zudan Arif Fakrulloh, dan diikuti ratusan bonsai dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga luar provinsi.
Kegiatan yang digagas oleh Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) ini menjadi salah satu ajang bergengsi bagi para pecinta bonsai. Selain sebagai pameran karya seni tanaman, festival ini juga menjadi ruang silaturahmi antar pegiat bonsai dari berbagai daerah.
Peserta datang dari sejumlah kabupaten dan kota untuk menampilkan koleksi terbaik mereka. Mereka juga mengikuti proses penilaian yang dilakukan oleh dewan juri profesional dengan standar tertentu.
“Festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat tentang seni merawat dan membentuk bonsai,” kata Presiden RUBI, Zudan Arif Fakrulloh kepada wartawan.
Ia menjelaskan, festival ini turut membuka peluang ekonomi kreatif melalui transaksi tanaman bonsai dan perlengkapannya. Panitia juga memberikan penghargaan kepada bonsai terbaik berdasarkan aspek estetika, keseimbangan bentuk, usia tanaman, serta teknik perawatan.
Prof Zudan berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut sebagai agenda rutin yang memperkuat jaringan komunitas bonsai nasional. Ia juga mendorong agar generasi muda mulai mengenal dan mencintai seni bonsai, khususnya di Kabupaten Situbondo.
“Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa bonsai bukan sekadar tanaman hias, tetapi juga karya seni yang membutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan kreativitas serta menghasilkan uang. Untuk itu, saya mendorong Kabupaten Situbondo menjadi ‘Kota Bonsai’ atau The City of Bonsai, mengingat potensi bonsai yang dimiliki Kabupaten Situbondo cukup banyak,” jelas Zudan.
Dalam kesempatan yang sama, ia turut mengapresiasi Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo yang telah menghidupkan kembali festival bonsai setelah vakum sejak 2016.
"Terima kasih kepada Mas Rio yang sudah menghidupkan kembali festival bonsai ini. Setelah 10 tahun vakum, sekarang festival bonsai bisa digelar kembali," tutur Zudan.
Menurutnya, potensi bonsai di Situbondo sangat besar dan mampu menarik perhatian pegiat dari berbagai wilayah di Indonesia. Hal itu terlihat dari kehadiran sekitar 500 bonsai yang berasal dari sejumlah daerah seperti Bengkulu, Sukabumi, Bogor, Jakarta, Bali, Lombok, Bekasi, Madura, Lumajang, hingga Pasuruan.
“Sebanyak 500 pohon bonsai berhasil dikumpulkan dari berbagai kab/kota di Indonesia. Dari Bengkulu, Sukabumi, Bogor, Jakarta, Bali, Lombok, Bekasi, Madura, Lumajang, Pasuruan, semua datang ke Situbondo untuk mengikuti festival. Ini menunjukkan bahwa Kabupaten Situbondo punya daya tarik yang tidak terbantahkan," tegasnya.
Tingginya antusiasme peserta dan kolektor, lanjutnya, menjadi sinyal kuat bahwa Situbondo berpotensi menjadi pusat bonsai nasional. Ia menilai, jika dikelola serius, daerah ini bisa menjadi destinasi utama bagi pecinta bonsai tanpa harus pergi ke luar negeri seperti Taiwan, China, atau Jepang.
Dalam festival tersebut, berbagai jenis bonsai unggulan turut dipamerkan, antara lain Sancang, Santigi, Anting Putri, Waru, hingga Beringin.
Zudan juga menyoroti nilai ekonomi tinggi dari bonsai yang dipamerkan. Ia bahkan mengaku sempat menawar seluruh koleksi dalam pameran dengan nilai mencapai Rp1,2 miliar, namun tidak ada pemilik yang bersedia melepasnya.
“Saya sempat menawar semua bonsai yang dipajang dalam festival ini hingga Rp1,2 miliar, namun pemilik bonsai tidak bersedia menjualnya," katanya.
Ia menambahkan, potensi ekonomi dari bonsai kerap belum disadari masyarakat. Padahal, banyak bonsai berkualitas tinggi yang dapat menghasilkan nilai ekonomi besar jika dikelola dengan baik.
“Potensi tersebut kadang kerap tidak disadari oleh masyarakat, padahal bonsai dapat menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif yang mendatangkan uang besar. Padahal di tengah-tengah masyarakat banyak sekali bonsai berkualitas yang dapat menghasilkan uang dengan jumlah besar,” pungkas Zudan.
Sementara itu, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo memastikan festival ini akan dijadikan agenda rutin tahunan oleh pemerintah daerah.
“Insya Allah, Festival Bonsai Nusantara RUBI ini akan kita jadikan agenda rutin tahunan,” kata Mas Rio. (*)
