KETIK, MALANG – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi dengan menyedakan 5.500 kuota mahasiswa baru pada tahun akademik 2026.
Ribuan kursi tersebut dibuka melalui beragam jakur seleksi yang dilaksanakan secara bertahap, mulai dari jalur nasional berbasis prestasi dan tes, jalur tahfidz yang diketahui mencapai 242 pendaftar, hingga jalur mandiri yabg memberikan fleksibilitas lebih bagi calon mahasiswa.
Kebijakan ini tidak hanya menjadi upaya untuk menjaring talenta terbaik dari seluruh penjuru Indonesia, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi lulusan SMA, MA, dan SMK agar dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi Islam negeri yang dikenal unggul dalam integrasi keilmuan dan nilai-nilai keislaman yang terus dijunjung.
Selain itu, Kepala Bagian Administrasi Akademik, Imam Ahmad mengungkapkan bahwa di tahun ini ada peningkatan kuota mahasiswa baru sebanyak 5.500. Sementara tahun lalu mencapai 4.900 mahasiswa baru.
Kenaikan kuota tersebut disebabkan karena kampus tiga UIN Malang saat ini sudah digunakan secara full dan perkuliahan bisa berjalan seperti kelas pada umumnya. Ia juga mengatakan bahwa jika di tahun-tahun kemarin, banyak mahasiswa yang menggunakan ruang kelas paling.
Selain itu, kuota 5.500 pada pendaftaran mahasiswa baru 2026, tentunya juga menyesuaikan dengan kapasitas maksimal dari ma'had yang dimiliki oleh UIN Malang baik di kampus 1, kampus 2, hingga kampus 3.
"Kuota mahasiswa baru, secara keseluruhan kurang lebih 5.500 an, kita dasarkan kapasitas mahad yang kita miliki, baik kampus 1, 2, maupun 3. Tahun kemarin kuota sekitar 4.900, karena memang kampus 3 sudah bisa digunakan secara full," jelas Imam.
"Artinya perkuliahan sudah bisa di sana, kalau kemarin kan beberapa ruang kelas masih menjadi ruang kelas darurat, ruangan apa kita jadikan untuk ruangan sementara tapi kalau sekarang sudah selesai semua sehingga pada tahun ini bisa lebih banyak, fasilitas sudah relatif lengkap," imbuhnya.
Selain itu, untuk program studi yang baru hadir seperti Teknik Lingkungan, Teknik Mesin, Teknik Sipil, dan Teknik Elektro juga menjadi prodi yang cukup banyak peminat. Namun, karena masuh akreditasi awal sehingga UIN Malang hanya bisa menerima tidak lebih dari satu kelas.
Imam mengungkapkan bahwa di bulan ini, program studi Teknik tersebut bersama LPM (Lembaga Penjaminan Mutu) sudah menyampaikan untuk asesmen lapangan setelah akreditasi naik, sehingga pada tahun 2026 bisa menerima lebih banyak siswa yang sifatnya administratif.
"Prodi Teknik, sampai sekarang kita menunggu izin pembukaan fakultas baru, untuk izin prodi sudah terbit, sejak awal ramai peminat tapi kita tidak diperkenankan menerima lebih dari satu kelas kalau masih akreditasi awal," ungkap Kepala Bagian Administrasi Akademik UIN Malang tersebut.
"Di bulan ini teman-teman prodi bersama LPM, sudah menyampaikan untuk assessment lapangan setelah akreditasi naik, tahun ini insyaallah bisa menerima lebih sifatnya administratif," tambahnya.
Imam juga berharap pada penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2026 ini, ia bersama semua civitas akademika bisa memberikan dan meningkatkan layanan yang lebih baik kepada mahasiswa baru.
Dengan menjadi kampus Ulul Albab, tentunya diharapkan karakter Al-Quran bisa melekat bagi seluruh civitas akademika UIN Malang, baik dosen, karyawan, mahasiswa, hingga pimpinan.
"Harapannya kita lebih bisa memberi layanan dengan baik, lebih meningkat layanan kita pada mahasiswa baru, dan kami himbau kepada semuanya mari bergabung dengan kampus Ulul Albab, yang di sini dihuni tidak kurang dari 6000 penghafal Al-Quran, mudah-mudahan karakter Quran bisa melekat bagi seluruh civitas baik dosen karyawan mahasiswa maupun pimpinan, semuanya mempedomani Al-Quran Sunnah sebagai perilaku dalam kesehariannya," ucapnya penuh harapan.(*)
