KETIK, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri RI berhasil mengevakuasi tiga WNI yang sejak akhir Desember lalu tertahan di Pulau Sokotra, Yaman.
Upaya ini dilakukan melalui koordinasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di wilayah Timur Tengah khususnya KBRI Muscat, KBRI Riyad, KBRI Abu Dhabi, dan KJRI Jeddah serta dengan dukungan dari otoritas Arab Saudi dan Yaman.
Sebelumnya, WNI itu sempat sulit dievakuasi akibat keterbatasan akses menuju wilayah tersebut.
“Pada hari ini, Jumat 9 Januari 2026 pukul 14.30 waktu Indonesia Barat atau pukul 10.30 waktu setempat ketiga WNI tersebut telah berhasil diterbangkan dari Pulau Sokotra, Yaman menuju Jeddah untuk melakukan transit dan rencananya pukul 17.30 waktu setempat akan melanjutkan perjalanan ke Indonesia,” ujar Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl Achmad Mulachela, dalam keterangan Pers.
“Ketiga WNI tersebut dalam kondisi yang baik,” imbuh Nabil.
Nabil pun menyampaikan imbauan kepada seluruh WNI yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri untuk senantiasa memperhatikan dan mengikuti himbawan mengenai kondisi di negara tempat tujuan.
Utamanya setiap WNI diminta terus mengikuti perkembangan internasional khususnya apabila perjalanan dilakukan menuju tempat-tempat yang rawan dan berbahaya.
Sebelumnya diberitakan lebih dari 400 turis asing, terjebak di Pulau Socotra, Yaman.
Mereka tak bisa keluar, dari pulau yang viral disebut sebagai "tempat tinggal Dajal" tersebut, pasca penghentian penerbangan komersial akibat eskalasi konflik bersenjata di sana.
Dalam konferensi pers di Jakarta Pusat, terungkap bahwa ada tiga Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban terjebak di sana. Mereka masuk dalam kelompok turis di sana dan terjebak sejak 3 Januari.
Sebenarnya nama ketiga WNI telah diajukan oleh pihak operator tur untuk penerbangan evakuasi. Sayang, mereka belum terangkut dalam penerbangan pertama yang kembali dibuka.
Pulau Socotra yang terletak di selatan Yaman dikenal sebagai destinasi wisata eksotik dengan lanskap unik dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Namun, ratusan wisatawan, diperkirakan sekitar 400 hingga 600 orang, terpaksa menunda kepulangan setelah wilayah udara ditutup akibat bentrokan antara faksi-faksi yang didukung Arab Saudi dan UEA.
Otoritas bandara setempat menyebutkan, turis yang terjebak berasal dari berbagai negara, termasuk Rusia, Inggris, Prancis, dan AS. Banyak dari mereka sebelumnya tiba melalui penerbangan dari Abu Dhabi yang kemudian dibatalkan karena larangan lintas udara Yaman dan Arab Saudi.
Sejumlah negara, termasuk Italia, telah mulai mengevakuasi warganya. Puluhan turis Italia dilaporkan telah berhasil dipindahkan ke Jeddah melalui jalur transit. (*)
