KETIK, JAKARTA – Aroma opor dan rendang mungkin masih beberapa waktu lagi tercium di dapur-dapur rumah, namun euforia libur panjang Hari Raya Idulfitri sudah mulai terasa.
Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, cuti bersama Lebaran adalah satu-satunya momentum emas dalam setahun untuk bisa mengumpulkan seluruh anggota keluarga tanpa terpotong urusan pekerjaan atau sekolah.
Namun, realita di lapangan kerap tak seindah ekspektasi. Keinginan untuk berlibur justru harus berhadapan dengan kemacetan parah di jalur utama, antrean panjang di gerbang tol, hingga destinasi wisata yang terlalu padat dan membuat rasa penat tak kunjung reda.
Menjawab keresahan tersebut, berdasarkan pengalaman dan pantauan jurnalistik selama bertahun-tahun menelusuri sudut nusantara, di sini saya merangkum tujuh destinasi wisata alternatif.
Ketujuh lokasi ini tak sekadar menyuguhkan visual yang memanjakan mata, tapi juga menawarkan 'ruang bernapas' yang lebih lega untuk momen kebersamaan keluarga.
1. Pangalengan, Jawa Barat
Jika Lembang dan Ciwidey dipastikan akan padat merayap, arahkan kemudi Anda ke selatan. Pangalengan menyuguhkan pemandangan kebun teh yang seolah tak bertepi dan teduhnya hutan pinus Rahong.
Menginap di kabin kayu pinggir sungai atau menjajal fasilitas glamping tepi Danau Cileunca bersama keluarga besar memberikan ketenangan yang mustahil didapatkan di pusat Kota Bandung saat musim liburan.
2. Pesisir Tersembunyi Gunungkidul, DI Yogyakarta
Kawasan Malioboro dan Titik Nol Kilometer saat Lebaran adalah pusat keramaian yang menguras energi. Untuk menyiasatinya, bergeserlah ke pesisir selatan di kawasan Gunungkidul.
Alih-alih mengunjungi Pantai Parangtritis atau Indrayanti yang sudah punya nama besar, cobalah susuri deretan pantai tersembunyi seperti Pantai Sedahan atau Ngrumput.
Sore harinya, Anda bisa menutup hari dengan menikmati kuliner tiwul dan lobster bakar langsung dari tangkapan nelayan lokal di Pantai Timang.
3. Kota Batu, Jawa Timur
Bagi pemudik di jalur timur Jawa, Kota Batu adalah jalan tengah terbaik untuk memuaskan anak-anak hingga kakek-nenek. Kuncinya ada pada manajemen waktu.
Foto papan nama kota wisata Batu (Foto : Pinterest)
Hindari jam-jam sibuk di tengah hari. Nikmati udara pagi yang menggigit dengan memetik apel langsung dari kebun warga di Punten atau Bumiaji.
Setelah itu, habiskan siang hingga sore di kawasan Jatim Park yang menawarkan edukasi bagi si kecil dan wahana pelepas penat bagi orang dewasa.
4. Ngarai Sianok, Bukittinggi
Bagi perantau Minang, pulang basamo adalah tradisi sakral. Di sela-sela padatnya jadwal menjamu kerabat, Bukittinggi adalah pusat wisata yang tak boleh dilewatkan.
Menghabiskan malam di sekitar Jam Gadang memang klasik, tapi cobalah turun sedikit menyusuri Janjang Saribu menuju Ngarai Sianok di pagi hari.
Kabut tipis yang membalut tebing-tebing hijau setinggi 100 meter itu menawarkan ketenangan mutlak yang akan mereset pikiran sebelum Anda kembali ke ibu kota.
5. Mandalika, Lombok
Mencari suasana pantai eksotis ala Bali namun dengan nuansa yang lebih kental dengan napas perayaan Idulfitri? Lombok adalah jawaban mutlaknya.
Kawasan Mandalika kini bukan sekadar sirkuit balap internasional. Deretan pantainya seperti Tanjung Aan dan Pantai Seger menawarkan pasir putih bak merica dengan ombak tenang yang ramah untuk balita.
Menjelang malam, pelancong bisa dengan mudah menemukan deretan restoran ayam taliwang otentik dengan jaminan kehalalan yang menenangkan hati para pelancong muslim.
6. Desa Penglipuran, Bali
Bali saat Lebaran? Mengapa tidak. Justru momen ini menawarkan sisi lain Pulau Dewata bagi Anda yang ingin melarikan diri dari hiruk-pikuk kota.
Pemandangan salah satu destinasi wisata di Bali (Foto : Pinterest)
Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli bisa menjadi alternatif brilian. Ketenangan salah satu desa terbersih di dunia ini berpadu manis dengan toleransi warganya.
Anda bisa menyusuri jalanan desa yang asri, menikmati udara pegunungan bambu, dan meresapi harmoni budaya tanpa harus berdesakan dengan hiruk-pikuk pesta di kawasan Seminyak atau Canggu.
7. Kepulauan Geopark Belitung
Jika Anda bersedia mengalokasikan anggaran lebih untuk tiket pesawat, penerbangan singkat selama 45 menit dari Jakarta ke Belitung akan sangat sepadan.
Pulau ini adalah definisi sebenarnya dari liburan tanpa stres. Jalanan di Belitung terkenal sangat mulus dan praktis bebas macet. Pengalaman island hopping dari Pantai Tanjung Kelayang menuju Pulau Lengkuas, serta membiarkan anak-anak bermain di kolam bidadari alami di antara batu granit raksasa, adalah kemewahan eksklusif yang menutup libur Lebaran Anda dengan sempurna.
Tentu saja, sehebat apa pun destinasinya, persiapan adalah panglima. Di era digital saat ini, reservasi akomodasi dan tiket secara go-show saat high season seperti Lebaran adalah tindakan gegabah.
Pastikan rencana perjalanan keluarga Anda sudah dipesan dari sekarang.
Jangan biarkan momentum yang seharusnya menjadi ajang merajut kembali kasih sayang keluarga justru berubah menjadi drama kelelahan di jalan raya karena kurangnya persiapan.
Selamat merencanakan perjalanan, dan nikmati hangatnya kebersamaan.(*)
