KETIK, PEMALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang menyiapkan dua unit bus untuk program mudik gratis tahun 2026. Masing-masing bus berkapasitas 50 penumpang dan diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemkab Pemalang menggulirkan program ini sebagai bagian dari strategi pengentasan kemiskinan sekaligus peningkatan kualitas layanan publik bagi warga, khususnya para perantau di Jakarta dan sekitarnya.
Kepala Dinas Perhubungan, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPPKP) Kabupaten Pemalang, Heru Weweg Sembodo, menyampaikan bahwa penyediaan dua bus tersebut merupakan hasil rapat koordinasi tim mudik gratis tingkat provinsi bersama PJT (Paguyuban Jawa Tengah).
“Pemkab Pemalang telah didata oleh tim mudik provinsi. Pemkab alokasikan dua bus. Sebelum diberangkatkan, armada akan dilakukan ram cek terlebih dahulu,” ujar Heru saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 23 Februari 2026.
Ia menjelaskan, bus akan diberangkatkan dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 18 Maret 2026. Rombongan pemudik akan tiba di Terminal Tipe A Pemalang sebagai titik akhir perjalanan.
Heru menegaskan bahwa program mudik gratis ini menyasar warga kurang mampu. Ia menyatakan kebijakan tersebut selaras dengan program Bupati Pemalang dalam meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama perantau yang ingin pulang kampung saat momentum Lebaran.
“Ini bagian dari program pengentasan kemiskinan. Kami ingin memudahkan layanan kepada masyarakat miskin, terutama yang ingin pulang kampung saat momentum mudik,” jelasnya.
Pendaftaran Melalui Paguyuban Resmi
Pemkab Pemalang menggandeng PJT yang menaungi paguyuban perantau dari berbagai kabupaten/kota untuk menjalankan mekanisme pendaftaran. Di Kabupaten Pemalang, PJT menunjuk P-Three (Paguyuban Perantau Pemalang) sebagai paguyuban resmi yang telah berbadan hukum sesuai SK PJT.
Paguyuban tersebut akan mendata dan menginventarisasi calon pemudik, baik anggota maupun non-anggota. Sementara itu, Pemkab Pemalang fokus menyediakan armada transportasi.
“Yang melakukan inventarisasi adalah paguyuban. Kami menyediakan armadanya,” kata Heru.
Bagi warga yang belum terakomodasi dalam dua bus tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga membuka alternatif mudik gratis secara daring melalui Badan Penghubung Provinsi. Program tersebut menyediakan sejumlah armada bus dan kereta api dengan persyaratan tertentu.
Rencananya, keberangkatan dari TMII akan berlangsung sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB. Setibanya di Pemalang, para pemudik akan disambut langsung oleh Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro.
“Kami rencanakan Pak Bupati bisa menerima langsung warganya yang menjadi perantau di Jakarta dan sekitarnya,” pungkasnya.
Program mudik gratis Pemalang 2026 ini diharapkan mampu meringankan beban biaya transportasi warga sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat perantauan. (*)
