Ning Hani Ajak Warga Probolinggo Ubah Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis Lewat Pelatihan Bank Sampah

12 Februari 2026 21:25 12 Feb 2026 21:25

Thumbnail Ning Hani Ajak Warga Probolinggo Ubah Sampah Jadi Barang Bernilai Ekonomis Lewat Pelatihan Bank Sampah

Ning Hani saat membuka pelatihan pengelolaan bank sampah (Foto: Ponirin/Ketik.com)

KETIK, PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui TP PKK menetapkan Kecamatan Gending sebagai pilot project bank sampah dan kewirausahaan berbasis sampah.

Pelatihan bagi warga dan pengelola bank sampah di wilayah itu dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, Hj. Umi Haniah, mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, Hj. Marisa Juwita Sari, Kamis, 12 Februari 2026..

Kegiatan yang berlangsung di Recreation Hall POH 1 Paiton ini mendapat dukungan dari PT. Pomi dan PT. Paiton Energy, serta dihadiri tokoh masyarakat, pengelola Bank Sampah, perwakilan pesantren, dan berbagai organisasi keagamaan.

Dalam sambutannya, Ning Hani menekankan bahwa sampah bukan hanya persoalan lokal, tetapi masalah global yang berdampak pada masa depan manusia.

“Persoalan sampah, perubahan iklim, pencemaran air dan tanah, serta menurunnya kualitas lingkungan hidup adalah tantangan nyata yang kita hadapi bersama,” ujar istri Wakil Bupati Probolinggo, Fahmi AHZ tersebut.

Sejak 2018, ia aktif dalam pengelolaan sampah, terutama melalui bank sampah di Pesantren Nurul Jadid.

“Waktu itu Pomi datang ke Nurul Jadid, kemudian kami bersama-sama membangun bank sampah. Saat ini, bentuknya mungkin tidak seperti Bank Sampah formal, tapi alhamdulillah adik-adik santri, terutama yang putri, masih terus mengumpulkan sampah,” kata Ning Hani.

Ia menambahkan, kini hasil pengelolaan sampah menjadi pemasukan pesantren untuk kegiatan kebersihan, berbeda dengan dulu yang langsung diberikan kepada santri.

Lebih dari itu, bank sampah juga memberi peluang bagi warga dan santri untuk memperoleh nilai ekonomi dari sampah yang dikelola secara produktif.

“Jadi uang bank sampahnya dipakai untuk kegiatan-kegiatan kebersihan. Ini luar biasa, saya ikut bangga dan senang sekali. Mudah-mudahan Gending bisa jadi pilot project,” ujarnya.

Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi masyarakat Gending untuk mengelola sampah secara produktif dan berkelanjutan.

“Dengan pelatihan ini, kita bukan hanya mengurangi sampah, tapi juga membangun kewirausahaan yang bermanfaat bagi warga. Semoga program ini bisa diperluas ke kecamatan lain di Kabupaten Probolinggo,” pungkas Ning Hani.(*)

Tombol Google News

Tags:

probolinggo Ekonomi Sampah Produksi