KETIK, PROBOLINGGO – Tumpukan sampah di Pantai Khanoman, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, tidak hanya mengganggu estetika kawasan pesisir, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan bagi manusia.
Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo, Hj. Umi Haniah, menegaskan pencemaran laut membawa konsekuensi berlapis. Kerusakan ekosistem laut, menurut dia, akan berujung pada risiko kesehatan bagi masyarakat yang bergantung pada hasil laut.
“Luar biasa sekali dampak sampah jika laut tercemar. Bukan hanya ekosistem laut yang rusak, tapi kita sendiri juga akan merasakan efek buruk dari itu,” kata Ning Hani.
Ia menjelaskan, ikan yang hidup di perairan tercemar berpotensi mengandung mikroplastik setelah mengonsumsi partikel sampah.
“Ikan yang memakan sampah berpotensi membahayakan manusia yang mengonsumsinya karena tubuh ikan tersebut mengandung mikroplastik,” ujar Founder Jenggala, Ning Hani.
Selain ancaman kesehatan, persoalan sampah juga memicu banjir di kawasan permukiman. Saluran pembuangan menuju laut kerap tersumbat oleh timbunan limbah domestik
“Pemukiman warga sering banjir diakibatkan sampah yang menumpuk di saluran pembuangan yang menuju ke laut,” kata dia.
Situasi ini mendorong Jenggala menggelar aksi bakti lingkungan sebagai langkah awal membangun kesadaran publik terhadap bahaya pencemaran pesisir. (*)
