KETIK, PROBOLINGGO – Di tengah hiruk-pikuk peringatan Hari Nasional Kuwait, wajah budaya Indonesia bersinar terang di Sabah Al-Salem University City, Al-Shadadiya. Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Nurul Jadid (Unuja) Probolinggo, sukses mencuri perhatian dalam ajang Pameran Budaya Dunia yang digelar pada Rabu, 4 Februari 2026.
Maryam Jamilah, Ahmad Jaylani, dan Muhammad Salmanul Faris, menjadi bagian dari diplomasi kebudayaan yang bersanding dengan perwakilan dari berbagai negara besar seperti Jepang, Korea Selatan, Turki, hingga Iran. Kehadiran mereka bukan sekadar partisipasi, melainkan sebuah misi untuk menanamkan identitas Nusantara di benua Asia Barat.
Di stan Indonesia, para pengunjung disuguhi pemandangan megah nan detail dari berbagai miniatur warisan budaya. Mulai dari replika candi yang sarat sejarah, alat musik tradisional yang menyimpan harmoni, hingga ikon transportasi tempo dulu seperti becak dan sepeda ontel. Tidak hanya visual, para mahasiswa ini juga memperkenalkan kekayaan rasa melalui aneka makanan khas Indonesia yang memicu antusiasme luar biasa dari para delegasi mancanegara.
Kehadiran delegasi UNUJA ini pun mendapat pengawalan dan dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuwait, yang memandang kegiatan ini sebagai momentum krusial untuk mempererat hubungan antar-bangsa melalui soft diplomacy.
Dalam keterangannya, Muhammad Salmanul Faris mengungkapkan bahwa kesempatan ini adalah kebanggaan yang tak ternilai. Ia menekankan bahwa keikutsertaan mereka adalah langkah strategis untuk membuktikan bahwa budaya Indonesia memiliki tempat istimewa di hati masyarakat internasional. Antusiasme tinggi yang ditunjukkan pengunjung asing menjadi bukti nyata bahwa pesona Nusantara tetap abadi dan relevan di panggung global.
Partisipasi ini tidak hanya mengharumkan nama Universitas Nurul Jadid di kancah internasional, tetapi juga mempertegas peran mahasiswa Indonesia sebagai duta bangsa yang mampu menjaga dan mempromosikan akar budaya mereka di tengah arus modernisasi dunia. (*)
