Muaythai Jatim Mulai Puslatda, Panaskan Mesin Menuju PON Bela Diri 2026

11 Februari 2026 22:15 11 Feb 2026 22:15

Thumbnail Muaythai Jatim Mulai Puslatda, Panaskan Mesin Menuju PON Bela Diri 2026

Ketua Umum Pengprov MI Jawa Timur, H. Baso Juherman usai menghadiri pelantikan pengurus KONI Jatim di Grahadi, Selasa 10 Februari 2026. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Cabang Olahraga (Cabor) Muaythai Jawa Timur, mulai melakukan pemanasan dengan menggelar Puslatda untuk PON Bela Diri 2026 yang berlangsung di Sulawesi Utara.

Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur, melalui Ketua Pengprov MI, H. Baso Juherman mengatakan Puslatda dilakukan lebih dini agar Jatim mampu tampil maksimal dan mempertahankan posisi di PON Bela Diri 2026.

"Sejak September lalu, setelah Porprov, atlet-atlet sudah langsung kami Puslatdakan. Latihan tetap berjalan secara mandiri dan terkoordinasi," jelasnya ketika ditemui dalam acara pelantikan pengurus KONI Jatim di Grahadi, Selasa 10 Februari 2026.

Ia melanjutkan, nomor pertandingan muaythai di PON Bel Diri 2026 diusulkan tetap sama seperti gelaran PON Aceh-Sumatera Utara, yaitu sebanyak 22 nomor, di antaranya diantaranya, Muayboran pa/pi, muayrobic pa/pi, putri kelas 43; 45 ; 48 ; 51 ; 54 ; 57 ; dan 60 KG.

Sedangkan putra 43 ; 45 ; 48 ; 51 ; 54 ; 57 ; 60 ; 63 ; 65 ; 67 ; dan 71 KG. Usulan tersebut telah disampaikan Ketua Umum PB Muaythai Indonesia kepada Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman.

"Nomor tandingnya kami dorong tetap sama tidak ada pengurangan. Ini penting agar pembinaan atlet tetap berkesinambungan," bebernya.

Sementara itu saat proses seleksi, Pengprov MI Jatim mengedepankan prestasi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) sebagai tolok ukur utama, dimana atlet peraih emas direkomendasikan masuk skuad PON Bela Diri.

Kendati demikian, ia juga tetap melakukan muaythai berjenjang. Hal ini untuk menjaga atmosfer tetap kompetitif. Baso mengungkapkan, pengurus Pengprov MI Jatim rutin menggelar Liga Muaythai setiap tiga bulan.

“Liga ini untuk mengasah kemampuan atlet. Atlet elit yang minim lawan kami buka kelas open agar bisa bertanding dengan atlet dari provinsi lain. Sistem promosi dan degradasi tetap kami terapkan,” jelasnya.

Ia optimistis muaythai tetap menjadi cabang andalan Jawa Timur di PON Bela Diri 2026. Dengan sistem pembinaan berlapis, kompetisi berkelanjutan, serta regenerasi atlet yang berjalan, Jatim menargetkan prestasi optimal di Sulawesi Utara.

“Insyaallah muaythai Jatim siap bersaing dan kembali jadi penyumbang medali utama,” pungkas Baso. (*)

Tombol Google News

Tags:

Muaythai Muaythai Jatim baso Juherman pengprov muaythai pon beladiri PON Berita KONI Koni Jatim