Demi Prestasi PON Bela Diri 2026, KONI Jatim Terapkan Virtual Coaching

19 Maret 2026 23:08 19 Mar 2026 23:08

Thumbnail Demi Prestasi PON Bela Diri 2026, KONI Jatim Terapkan Virtual Coaching

KONI Jatim meluncurkan virtual coaching untuk mendongkrak prestasi di PON Bela Diri Sulawesi Utara. (Foto: Humas KONI Jatim)

KETIK, SURABAYA – Komite Olahraga Indonesia Jawa Timur (KONI Jatim) mulai menerapkan strategi baru, yaitu virtual coaching.

Harapannya untuk meningkatkan performa atlet menjelang Pekan Olahraga (PON) Bela Diri II 2026 di Sulawesi Utara.

Ketua KONI Jatim, Muhammad Nabil menjelaskan, virtual coaching ini merupakan sistem yang dikembangkan melalui kerja sama antara KONI Jatim dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

“Visual coaching ini memberikan gambaran umum mengenai program latihan yang bisa menjadi panduan bagi pelatih dalam menyusun program latihan. Program tersebut juga harus dimasukkan ke dalam sistem agar dapat dipantau dan dievaluasi,” ujar Nabil dikutip dari keterangan resmi.

Melalui sistem ini, katanya, setiap pelatih diwajibkan menyusun program latihan yang kemudian akan didampingi oleh tim dari Badan Pelaksana (Bapel) Pusat Latihan Daerah (Puslatda) KONI Jatim serta Badan Sport Science (BBS) yang dimiliki KONI Jatim.

“Nanti kami akan memberikan masukan dan arahan. Selain itu, juga akan ada kunjungan untuk mengonfirmasi program latihan agar terdapat keseragaman pola latihan meskipun berasal dari cabang olahraga yang berbeda,” jelasnya.

Menurutnya, program latihan yang disusun oleh pelatih nanti akan terdiri dari dua komponen utama, yaitu program latihan umum yang menjadi dasar pembinaan atlet dan komponen kedua, program latihan yang lebih spesifik, disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, serta target masing-masing atlet.

KONI Jatim juga berencana memanggil para pelatih setelah Lebaran untuk mempresentasikan model latihan yang telah disusun. Program tersebut akan ditelaah dan dievaluasi oleh tim Bapel Puslatda serta BSS guna memastikan efektivitasnya dalam meningkatkan performa atlet.

“Tujuan kita adalah memperoleh medali sebanyak-banyaknya. Untuk itu harus ada target yang jelas. Jika target tersebut tercapai, maka hasil yang diharapkan juga bisa terpenuhi,” kata Nabil.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa penerapan visual coaching tidak hanya ditujukan untuk menghadapi PON Bela Diri 2026. Sistem ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang pembinaan atlet Jawa Timur dalam menghadapi berbagai ajang olahraga nasional.

Salah satu fokus berikutnya adalah Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Nasional 2028, yang akan menjadi ajang bagi para atlet untuk memperebutkan tiket menuju PON 2028.

“Puslatda rencananya mulai berjalan pada April. Dari situ kita mulai mempersiapkan berbagai tahapan, mulai dari target mengikuti event, kemudian BK PON, hingga akhirnya tampil di PON yang sebenarnya,” pungkasnya.

Dengan penerapan sistem visual coaching berbasis sport science ini, KONI Jawa Timur berharap proses pembinaan atlet menjadi lebih terarah sehingga mampu meningkatkan peluang meraih prestasi maksimal di ajang olahraga nasional.(*) 

Tombol Google News

Tags:

koni Koni Jatim pon bela diri PON M Nabil