Dongkrak Atlet Daerah ke Level Dunia, KONI Jatim Jajaki Kerja Sama dengan Jepang

7 Maret 2026 10:40 7 Mar 2026 10:40

Thumbnail Dongkrak Atlet Daerah ke Level Dunia, KONI Jatim Jajaki Kerja Sama dengan Jepang

Ketua Umum KONI Jatim, M Nabil (kiri) bertemu dengan Konjen Jepang, Kaori Morohira di Kantor KONI Jatim. (Foto: Humas KONI Jatim)

KETIK, SURABAYA – KONI Jatim kembali membuat trobosan jangka panjang kepada para atletnya agar bisa terus berkembang ke level yang lebih baik. Terbaru, mereka melakukan penjajakan kerja sama dengan Jepang melalui Konsulat Jenderal (Konjen) di Surabaya.

Pertemuan sudah berlangsung dalam audiensi antara Ketua Umum KONI Jatim, M Nabil dengan Konjen Jepang di Surabaya, Kaori Morohira di kantor KONI Jatim, Kamis 5 Maret 2026 lalu.

Dalam pertemuan itu, Kaori menyatakan kesiapannya, dalam hal ini Jepang untuk memberikan dukungan teknis kepada pengembangan olahraga di Jawa Timur.

Dukungan itu mencakup pelatihan atlet. Peningkatan kapasitas pelatihan hingga standarisasi olahraga bertaraf internasional. Langkah awal, pihak Konjen Jepang melakukan survei dan pemetaan kebutuhan cabang olahraga di Jawa Timur.

"Kami sedang melakukan survei dan angket untuk mengetahui kebutuhan konkret di lapangan. Jepang memiliki komunitas yang kuat di bidang bela diri seperti judo, kendo, karate, hingga aikido. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk komunikasi lebih lanjut, mulai dari penyelenggaraan turnamen hingga dukungan teknis lainnya," ujar Kaori Morohira dikutip dari keterangan resmi pada Sabtu 7 Maret 2026.

Ia mengungkapkan, kerja sama olahraga antara Jepang dan Jawa Timur sebenarnya telah terjalin. Salah satu contohnya adalah pengiriman pelatih rugby asal Jepang ke Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang dinilai berhasil mentransfer ilmu kepada praktisi olahraga lokal.

Ketua Umum KONI Jatim, M Nabil menyambut positif peluang kerja sama tersebut. Menurutnya kolaborasi dengan Jepang akan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas cabang olahraga yang berasal dari Jepang.

"Ini peluang positif. Kita memiliki cabang olahraga yang berasal dari Jepang seperti judo, karate, dan kempo. Secara prestasi, kami merasa masih ada ketertinggalan di bidang-bidang ini. Dengan bantuan langsung dari negara asalnya, kami ingin menghadirkan standardisasi baru agar atlet kita memiliki daya saing yang setara dengan atlet kelas dunia," tegas Nabil.

Selain cabang olahraga bela diri, kerja sama juga berpotensi mencakup beberapa olahraga lain, seperti panjat tebing, softball, senam hingga gulat.

Khusus gulat, M Nabil mengatakan, kualitas atlet Jawa Timur sudah cukup baik, sehingga kerja sama dengan Jepang diharapkan mampu memperkuat sistem pelatihan yang ada.

Pelatih Jepang Akan Didatangkan ke Surabaya

Terkait skema kerja sama, KONI Jawa Timur lebih memprioritaskan opsi mendatangkan pelatih dari Jepang ke Surabaya. Menurut Nabil, pola ini dinilai lebih efektif karena dapat melatih lebih banyak atlet sekaligus.

"Yang paling efisien adalah mendatangkan pelatihnya ke sini. Dengan begitu, pelatih Jepang bisa melatih banyak atlet sekaligus dan memberikan transfer ilmu kepada pelatih lokal di Jawa Timur," jelas Nabil. 

Selain itu, Jepang juga berencana memperkenalkan olahraga kendo secara lebih luas di Jawa Timur. Pemerintah Jepang menilai provinsi ini memiliki potensi besar sebagai lumbung atlet nasional.

 

Target Kerja Sama Dimulai 2026

KONI Jatim dan Konsulat Jepang sepakat segera menyusun draf kesepakatan bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) agar kerja sama dapat segera direalisasikan.

Nabil menargetkan implementasi kerja sama ini sudah dapat berjalan pada tahun anggaran 2026.

"Targetnya tahun ini sudah mulai berjalan. Kami akan terus berkomunikasi dengan pihak Konjen Jepang untuk mematangkan detail bantuan peralatan serta jadwal kedatangan pelatih," pungkasnya.

Dengan rencana kerja sama internasional ini, KONI Jawa Timur optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai barometer olahraga nasional sekaligus membuka jalan bagi atlet Jatim untuk menembus panggung dunia.(*) olahraga

Tombol Google News

Tags:

koni Koni Jatim Muhammad Nabil Nabil Konjen Jepang Kaori Morohira