Adaptasi Krisis Energi, HKTI Jatim Dorong Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

1 April 2026 19:12 1 Apr 2026 19:12

Thumbnail Adaptasi Krisis Energi, HKTI Jatim Dorong Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

Pengurus HKTI Jatim bertemu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu 1 April 2026. (Foto: Fitra/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Jawa Timur (HKTI Jatim) terus beradaptasi terhadap tantangan global. Terbaru, di tengah krisis energi yang sedang melanda dunia mereka menerapkan energi baru terbarukan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua HKTI Jatim, HM Arum Sabil saat berkunjung ke Grahadi, menemui Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Rabu 1 April 2026.

Pertama, ia mengungkapkan, HKTI Jatim menerapkan inovasi tenaga Surya (solar cell). Teknologi ini ia terapkan pada beberapa alat dan mesin pertanian (alsintan).

"Penerapan teknologi (solar cell) ini sangat sederhana. Alatnya ada yang portabel, bisa mobile, dan bisa di atas pikup, di atas sepeda motor," katanya.

Solar cell tersebut, katanya, diletakkan pada pompa air. Fungsi alat ini adalah mengaliri sawah atau lahan perkebunan yang kesulitan air dan jauh dari sumber air.

"Bahkan sekarang ini sudah dimodifikasi oleh teman-teman HKTI dalam satu gerobak itu bisa untuk pompa air dan untuk perontok gabah juga pakai tenaga Surya," lanjutnya.

Foto Ketua HKTI Jatim Arum Sabil (kiri) bertemu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Ia memaparkan penerapan energi terbarukan di tengah krisis energi global. (Foto: Fitra/Ketik.com)Ketua HKTI Jatim Arum Sabil (kiri) bertemu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Ia memaparkan penerapan energi terbarukan di tengah krisis energi global. (Foto: Fitra/Ketik.com)

Pria asal Jember itu melanjutkan, penerapan energi baru terbarukan kedua dengan memanfaatkan limbah Makanan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai banyak sumber-sumber bahan bakar alternatif yang bisa dimanfaatkan dari MBG tersebut.

"HKTI melihat MBG itu sudah ada istilahnya simbiosis mutualisme. Dapur-dapur MBG membutuhkan bahan baku dari hasil pertanian, juga menghasilkan limbah. Limbah ini yang dapat kami manfaatkan agar tidak berdampak merusak lingkungan," jelasnya.

Ia mencontohkan, salah satu penggunaan energi baru terbarukan dari limbah MBG memanfaatkan energi biogas dan pupuk organik untuk tanaman.

"Maka dari itu saya minta bekerja sama dengan dapur-dapur MBG untuk mengambil limbahnya karena bisa menjadi biogas dan pupuk organik," jelasnya.

Penerapan energi baru terbarukan oleh HKTI Jatim ini karena adanya konflik di Timur Tengah. Hal ini berdampak pada harga bahan bakar minyak (BBM) dunia yang terus merangkak naik. (*)

Tombol Google News

Tags:

HKTI Arum Sabil Khofifah Grahadi Gubernur Jatim krisis energi