KETIK, BATU – Persikoba Kota Batu menjaga asa lolos ke babak berikutnya setelah bermain imbang 1-1 dengan Persewangi Banyuwangi dalam lanjutan babak 32 besar Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur, Rabu, 7 Januari 2026.
Persikoba mengantongi satu poin penting jelang laga penentuan menghadapi Unesa FC, pada Jumat, 9 Januari 2026.
Manajer Persikoba Kota Batu, Heli Suyanto, menilai pertandingan kontra Persewangi berlangsung seimbang dan kompetitif. Meski belum meraih kemenangan, ia menyebut satu poin yang diperoleh tetap bernilai bagi tim.
“Permainan kedua tim sama-sama bagus. Hari ini kami memang bermain imbang, tetapi masih mendapatkan satu poin. Harapannya, pada pertandingan berikutnya kami bisa meraih tiga poin penuh,” ujar Mas Heli, sapaan akrabnya.
Menghadapi laga terakhir di fase 32 Besar, Mas Heli menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik para pemain. Ia meminta seluruh skuad tampil maksimal karena pertandingan tersebut akan menentukan langkah Persikoba ke babak selanjutnya.
“Di laga terakhir nanti, para pemain harus benar-benar on fire. Ini pertandingan penentuan untuk bisa lolos, sehingga pemain harus tampil percaya diri, disiplin, dan fokus sepanjang laga,” tegas Wakil Wali Kota Batu ini.
Persikoba Kota Batu dijadwalkan menjalani laga pamungkas fase 32 Besar Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur dengan menjamu Unesa FC, pada Jumat, 9 Januari 2026.
Sementara itu, Pelatih Persikoba Kota Batu, Arif Suyono, mengungkapkan bahwa tim pelatih tengah menyiapkan sejumlah penyesuaian untuk menghadapi Unesa FC. Menurutnya, perubahan strategi diperlukan melihat kondisi tim dan karakter permainan lawan.
“Untuk pertandingan berikutnya, tentu akan ada beberapa perubahan yang kami siapkan. Menghadapi Unesa FC, kami harus menyesuaikan strategi dengan kondisi pemain dan kekuatan lawan,” kata Coach Keceng, panggilan akrabnya.
Beberapa pemain Persikoba dipastikan absen karena akumulasi kartu, sementara sejumlah pemain lainnya perlu mendapatkan waktu istirahat agar kondisi fisik tetap terjaga.
“Ada beberapa pemain yang terkena akumulasi, lalu ada juga yang perlu diistirahatkan. Karena itu, kami akan memanfaatkan tenaga baru agar tim tetap kompetitif,” jelasnya.
Mantan pemain Timnas Indonesia ini juga menilai Unesa FC sebagai tim yang memiliki organisasi permainan rapi, terutama dalam bertahan. Oleh sebab itu, keputusan terkait strategi khusus akan dibahas lebih lanjut bersama staf pelatih.
“Unesa memiliki blok pertahanan yang cukup rapi. Kami akan evaluasi lebih detail bersama staf pelatih dan menentukan strategi paling tepat untuk pertandingan terakhir nanti,” pungkasnya. (*)
